Polres TTU petakan wilayah rawan konflik saat pencoblosan
Merdeka.com - Sehari jelang pelaksanaan pilkada serentak, aparat kepolisian punya pekerjaan rumah besar untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Sebab dikhawatirkan bakal mengancam jalannya proses pesta demokrasi.
Kapolres TTU AKBP Robby M. Samban mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan pengamanan di wilayah rawan konflik. Apalagi sebelumnya pernah ada catatan kantor KPU setempat dibakar.
"Potensi dan gangguan pasti ada tapi kita sudah melakukan pemetaan mungkin karena bersamaan dengan pergantian cuaca ditambah dengan kondisi geografis," ujar Robby di depan aula Gereja St. Yohanes Pemandi Naesleu, Kota Kefamenanu, Selasa (8/12).
Selain pemetaan wilayah konflik, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk kelancaran jalannya pemilihan kepala daerah. "Kita sudah melakukan koordinasi baik dengan KPU dan Panwaslu, unsur Muspida dan tokoh masyarakat mudah-mudahan kita bisa antisipasi semua," tegas dia.
Untuk diketahui, wilayah TTU terdiri dari 24 kecamatan, 193 kelurahan/desa. Jarak antar desa cukup jauh dengan medan yang menyulitkan. Untuk pemungutan suara, warga akan mendatangi 430 TPS. Pilkada di TTU bakal masuk catatan sejarah lantaran termasuk salah satu daerah yang hanya diikuti satu pasangan calon yakni Raymundus Fernandes Sau-Aloysius Kobes (Dubes jilid II). (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya