Politik Uang Masih Jadi Tantangan Bawaslu di Pilkada 2020

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan, menyebut bahwa politik uang masih menjadi permasalahan serius. Hal itu menjadi tantangan Bawaslu supaya Pilkada tahun 2020 bersih dari politik uang.

Muhammad Genantan Saputra
Politik Uang Masih Jadi Tantangan Bawaslu di Pilkada 2020
Ketua Bawaslu Abhan. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan, menyebut bahwa politik uang masih menjadi permasalahan serius. Hal itu menjadi tantangan Bawaslu supaya Pilkada tahun 2020 bersih dari politik uang.

"Tantangan kami masih seputar persoalan politik uang dan sebagainya juga masih harus bisa kita selesaikan dan awasi secara maksimal agar tidak terjadi banyak politik uang," kata Abhan di Media Center Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).

Menurut Abhan, praktik politik uang di Pemilu maupun Pilkada kerap terjadi. Bawaslu bakal mengawasi semaksimal mungkin.

"Tidak bisa dipungkiri itu (politik uang) yang bisa kita katakan semaksimal mungkin agar politik uang ini tidak masif, dan kalau bisa diminimalisir lah, di zero kan agak susah ya," ucapnya.

Maka dari itu, Abhan harap kepada partai politik supaya mencalonkan orang baik dan punya aksesibilitas kepada publik. Dia yakin calon yang baik bakal diterima masyarakat dengan cara kampanye yang benar.

"Tidak usah money politic dan juga ini publik masyarakat juga harus jadi pemilih yang rasional dan berintegritas," ujarnya.

Lebih lanjut, Abhan harap perbedaan politik di Pilpres 2019 tidak berlanjut di Pilkada 2020. Dia ingin pesta demokrasi berjalan kondusif.

"Jadi mudah mudahan persoalan beda pendapat Pilpres sudah selesai, ini jadi tantangan kami untuk di pilkada 2020 itu," pungkasnya.

Rekomendasi