PAN sebut Megawati penghalang SBY gabung ke Jokowi
Merdeka.com - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengatakan peluang Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bergabung ke koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tertutup. Peluang itu, kata dia, tertutup akibat Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri.
Yandri mengetahui hal itu dari curhatan SBY saat bertemu pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).
"Jadi Pak SBY sampaikan ada usaha Pak SBY membangun kerjasama yang baik dengan pak Jokowi. Tetapi sampai sekarang, Ibu Mega lah yang menjadi penghalang utama istilah Pak SBY itu handicap satulah," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7).
Menurutnya, Megawatilah yang menutup peluang koalisi secara rapat. Tambahnya, Mega juga tidak setuju jika Jokowi berkoalisi dengan SBY.
"Intinya, kira-kira Demokrat sudah ditutup pintunya oleh pihak Istana yang faktor utama tadi Ibu Megawati," ungkapnya.
Anggota Komisi II DPR ini mengatakan, segala cara sudah dilakukan SBY untuk memperbaiki hubungannya dengan Mega. Namun, upaya itu tak kunjung berhasil.
"Menurut Pak SBY dia sudah berusaha betul dengan ibu Mega untuk baik tapi Ibu Megawati masih menutup diri untuk baikan sama Pak SBY. Itu curahan dari Pak SBY tadi malam," ucapnya.
Karena itu, lanjut Yandri, SBY mulai membangun koalisi selain dengan Jokowi. Diantaranya dengan Partai Gerindra, PAN dan PKS.
"Pak SBY coba merangkai untuk merangkai ramu di luar Istana. Disitu yang jelas ada Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat sendiri," tandasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya