Ma'ruf Amien Cuma Memperkuat Jokowi, Tapi Tak Menambah Elektabilitas

Cawapres Ma'ruf Amin masih sulit memberikan tambahan elektabilitas kepada Jokowi dari kaum milenial. Sebabnya, publik masih melihat paslon dari aspek performa, terutama golongan milenial.

Muhammad Genantan Saputra
Ma'ruf Amien Cuma Memperkuat Jokowi, Tapi Tak Menambah Elektabilitas
Maruf Amin ngobrol bareng wartawan. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Cawapres Ma'ruf Amin masih sulit memberikan tambahan elektabilitas kepada Jokowi dari kaum milenial. Sebabnya, publik masih melihat paslon dari aspek performa, terutama golongan milenial.

"Dari pemilih milenial itu kan sebagian besar kan melihat dari aspek 'performance', meski tidak semuanya dari mereka melihat dari aspek performa tetapi hampir semua melihat dari aspek 'performance'," kata pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo di Kantin Kendal, Menteng, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (20/12).

"Untung saja Pak Jokowi banyak disukai kaum milenial, kalau tidak bisa menurun cukup drastis," sambungnya.

Dia menambahkan, Ma'ruf Amin juga tak bisa menaikkan kontribusi elektabilitas kepada Jokowi secara signifikan. Dalam arti, pemilih Jokowi pada basis massa Islam yakni Nahdlatul Ulama (NU) sudah kuat. Sehingga figur Ma'ruf tidak menambah suara dan sekadar hanya memperkuat.

"Jadi kalau berpasangan dengan Ma'ruf hanya meminimalisir isu-isu Islam yang diarahkan kepada Jokowi seperti kriminalisasi ulama, tidak pro Islam itu makin meredam meski saat ini masih ada. Fungsinya untuk menepis isu-isu SARA, kedua adalah menguatkan lah, mayoritas umat Islam pilih Jokowi," tuturnya.

Meski demikian, ditariknya Ma'ruf Amin sebagai cawapres berhasil menjaga suara NU yang juga berada di PPP dan PKB.

"Jika saja Pak Jokowi tidak mengakomodir dari NU Ma'ruf Amin itu beresiko sangat besar karena apa? PKB PPP bisa keluar dari koalisi sehingga koalisi Jokowi tidak ada simbol partai Islam, sementara situasi dan kondisi jelas sekali gerakan politik identitas itu menguat," katanya.

Rekomendasi