Luhut & Yassona di Rapimnas Golkar, Habibie yakin atas izin Jokowi

Habibie: Sampaikan salam saya pada Bapak Presiden.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Luhut & Yassona di Rapimnas Golkar, Habibie yakin atas izin Jokowi
Jokowi undang Habibie ke Istana. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Luhut Pandjaitan dan Menteri Hukum dan HAM Yassona Hamonangan Laoly hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (23/1). Menteri Hukum dan HAM Yassona jadi bintang di acara itu.

Setelah kehadirannya disambut lantunan suara dan teriakan 'islah', Ketua Umum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie dan Wakil Ketua Umum Golkar Munas Bali Nurdin Halid menyinggung kehadiran Yassona. Wajar saja mengingat bola panas penyelesaian kisruh internal dan dualisme pengurus Golkar berada di tangan Yasonna yang hingga saat ini belum mengesahkan kepengurusan yang legal.

Tidak Ical dan Nurdin Halid, tokoh senior Partai Golkar BJ Habibie juga ikut menyinggung kehadiran Yassona dan Luhut. Saat didaulat memberikan pidato di hadapan kader partai berlambang pohon beringin itu, mantan orang nomor satu Indonesia ini yakin kehadiran Yassona dan Luhut atas persetujuan Presiden Jokowi.

"Bapak Menkopolhukam, Menteri Hukum dan HAM, saya ucapkan terima kasih pada Anda. Dari situ saya ambil kesimpulan, karena saya pernah pimpin Indonesia, maka tidak akan ada seorang anggota kabinet jalan sendiri kalau tidak disetujui Presiden. Jadi terima kasih, salam saya pada Bapak Presiden," ujar Habibie.

Menurut Habibie, kehadiran menteri kabinet kerja dalam Rapimnas Partai Golkar sebagai bentuk dukungan pemerintah pada semua golongan. Sejatinya, pemerintah memang harus memihak kepentingan bangsa. Dia memahami itu dari pengalamannya memimpin Indonesia.

"Kalau saudara tanya sejarah Habibie di partai, saya punya satu kartu partai, yaitu Golkar. Tapi saya tidak hanya akan memihak Golkar. Saya harus memihak kepentingan bangsa dan setia pada amanat penderitaan rakyat," ucapnya.

Rekomendasi