Jokowi-Prabowo Terpaut 20 Persen, PDIP Sebut Rakyat Nilai Antara Retorika dan Konkret
Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto menuturkan, selisih elektabilitas yang jauh antara pasangan capres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dengan Capres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga membuktikan pemilih sudah bisa menilai pasangan yang berkualitas dan mewakili rakyat.
Terbaru, hasil survei Cyrus Network menunjukkan elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Amin berada di angka 55,2 persen. Masih berselisih jauh dibanding Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang bertengger di angka 36 persen.
"Kami lihat setelah debat, rakyat memberikan apresiasi karena mampu membedakan mana yang retorika, mana yang mengakar di dalam kebijakan konkret," kata Hasto di sela-sela Safari Kebangsaan IX PDI Perjuangan di Lampung, Jumat (1/3).
Hasto menilai kebijakan Jokowi seperti pembagian sertifikasi tanah dan serangkaian program lain mampu menggugah pilihan rakyat.
"Kebijakan politik pertanahan ternyata betul-betul menjadi kartu yang sangat ampuh yang menghubungkan seluruh pendukung dari Pak Prabowo dan Pak Sandi ke Pak Jokowi. Ini menghadirkan tanah untuk rakyat sertifikasi tanah," ujar Hasto.
Hasil survei Cyrus Network menunjukkan, elektabilitas capres dan cawapres Jokowi - Ma'ruf Amin sebesar 55,2 persen, sedangkan Prabowo - Sandiaga 36,0 persen. Survei dilakukan pada 18 hingga 23 Januari 2019.
Sejumlah alasan diungkapkan responden ketika memilih Jokowi-Ma'ruf. Responden menganggap, Jokowi memiliki kinerja mumpuni selama memimpin Indonesia.
Survei ini dilakukan melalui metode wawancara tatap muka. Total 1.230 orang ditanyai dalam survei ini. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error sebesar tiga persen.
Reporter: Delvira Hutabarat
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya