Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Ahmadi Noor Supit menegaskan bahwa 7 proyek pembangunan DPR akan terus dilanjutkan walaupun mendapatkan kecaman. Dia pun mengutarakan kemungkinan besar 7 proyek tersebut akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,7 triliun. Menanggapi hal ini, Sekretaris Fraksi Hanura DPR Dadang Rusdiana menyatakan, ada baiknya 7 proyek tersebut ditunda mengingat tejadinya penolakan dimana-mana. Mengingat, DPR merupakan lembaga representatif rakyat yang sudah seharusnya membuka telinga mendengar penolakan tersebut."Kalau rakyat menolak ya ditunda. Ya kalau resistensi masyarakat tinggi. Baiknya nggak usah dilakukan dulu," kata Dadang di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/8). Sebetulnya, Anggota Komisi X DPR ini mengakui para anggota dewan memang membutuhkan ruangan kerjanya ditambah dikarenakan ruangan yang saat ini sangat sempit dengan ditambah ruangan kerja bagi lima staf ahli."Secara realistik, memang seperti itu. Gedung anggota DPR memang sempit dibanding kantor kepala dinas kabupaten pun kita masih terlalu sempit. Tetapi itulah, sebagai anggota DPR kita harus respons apa yang dikatakan oleh rakyat," tutur dia.
Hanura soal 7 proyek DPR: Kalau rakyat menolak ya ditunda
Meskipun Hanura mengakui bahwa anggota DPR memang membutuhkan ruang kerja yang lebih baik.
Rekomendasi