Golkar Siap Tampung Ganjar, Pernyataan Nurdin Halid Dinilai Cuma Candaan

Kalaupun Gubernur Jawa Tengah itu memang ditarik ke Golkar, maka posisi yang akan ditempatinya yakni Cawapres.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Golkar Siap Tampung Ganjar, Pernyataan Nurdin Halid Dinilai Cuma Candaan
Nurdin Halid di Toraja Utara. ©2018 Merdeka.com

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai pernyataan Waketum Golkar Nurdin Halid tidak mewakili partainya. Sebagaimana diketahui, Mantan Ketua PSSI itu menyampaikan bahwa Golkar siap menampung Ganjar Pranowo jika yang bersangkutan tidak mendapat tempat di PDIP.

Dia bahkan memandang pernyataan tersebut untuk membesarkan hati Ganjar. Karena itu, pernyataan tersebut bisa juga dimaknai sebagai candaan.

"Bisa saja pernyataan NH (Nurdin Halid) itu untuk membesarkan hati Ganjar. Namanya politik. Bisa sungguhan. Bisa juga cuma seolah-olah saja," ujar dia saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (13/11).

Kalaupun Gubernur Jawa Tengah itu memang ditarik ke Golkar, maka posisi yang akan ditempatinya yakni Cawapres. Lantaran posisi Capres sudah diisi sosok Ketua Umum Airlangga Hartarto.

"Jika Ganjar yang dicapreskan Golkar, maka ini konyol. Jadi jika masuk Golkar, mungkin tempatnya jadi cawapresnya Airlangga. Dan wacana itu sah-sah saja dan bagus-bagus saja. Semua ini kan masih serba kemungkinan," jelas dia.

Jika nanti akhirnya Ganjar memutuskan bergabung di Golkar, maka langkah tersebut akan menarik. Karena Ganjar yang punya modal elektabilitas cukup tinggi, tidak didukung partai sendiri.

"Bisa saja jika PDIP tak mencalonkan Ganjar di Pilpres, maka Golkar siap tampung untuk jadi cawapresnya Airlangga. Karena jika tak ditampung, maka Ganjar bisa gagal ikut kontestasi Pilpres 2024 nanti," imbuh dia.

Rekomendasi