Gerindra Lebih Pilih Kader Sendiri di Pilgub DKI, Anies Ancang-ancang ke Nasional

Meski begitu, peluang Anies dicalonkan Gerindra di Pilkada DKI Jakarta 2024 tetap terbuka.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Gerindra Lebih Pilih Kader Sendiri di Pilgub DKI, Anies Ancang-ancang ke Nasional
Ini Harapan Gubernur DKI Anies Baswedan di Tahun 2022. ©Youtube Anies Baswedan

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra M Taufik menilai Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memiliki peluang diusung Gerindra sebagai calon gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2024.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKopi Kunto Adi Wibowo, Gerindra wajar mendahulukan kader sendiri sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta. Sementara Anies sudah terlihat berancang-ancang maju ke kancah nasional yaitu Pilpres 2024.

"Kalau soal pak Anies saya melihatnya ini cuma bicara peluang, tentu saja Gerindra akan mendorong kadernya daripada bukan kadernya," ujar Kunto kepada wartawan, Rabu (5/1).

"Pak Anies kan memang kelihatannya sudah berancang-ancang ke kancah nasional dan itu sudah jadi perbincangan umum di survei-survei sudah kelihatan," jelasnya.

Meski begitu, peluang Anies dicalonkan Gerindra di Pilkada DKI Jakarta 2024 tetap terbuka. Tergantung bagaimana lancarnya jalan Anies menuju kursi presiden. Apakah ada partai yang mau mengusung Anies sebagai calon presiden di 2024.

Semua juga tergantung kerja-kerja politik Anies meningkatkan elektabilitasnya sebagai calon presiden. Berbarengan, hal ini akan mendorong elektabilitasnya sebagai calon gubernur DKI Jakarta di 2024.

"Menurut saya itu peluang Anies mendapatkan partai lagi jika maju sebagai gubernur," kata pengajar di Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad ini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai Anies masih menjadi calon gubernur DKI Jakarta paling potensial untuk Pilkada 2024. Tergantung bagaimana nasib Anies di Pilpres 2024.

"Misalnya maju pilpres dan kalah, ya salah satu kandidat paling potensial (sebagai cagub DKI) adalah Anies Baswedan menurut saya," katanya.

Kendati tingkat keterpilihannya di DKI Jakarta bisa saja turun karena kalah di Pilpres. Seperti kasus Agum Gumelar yang maju sebagai cawapres dan kalah, begitu maju di sebagai calon gubernur Jawa Barat pun berakhir sama.

"Jadi sebetulnya Anies ini mau maju capres atau tidak ya yang perlu dikalkulasi bukan hanya capres tetapi adalah kemungkinan dia maju untuk Pilkada Jakarta untuk termin yabg kedua. Kalau dia kalah di Pilpres ya mungkin peluang dia di DKI Jakarta akan menurun," ujar Qodari.

Rekomendasi