Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku tidak merasa tersinggung oleh sindiran Presiden Jokowi yang meminta DPR mementingkan kualitas undang-undang daripada kuantitasnya. Fadli hanya heran mengapa Jokowi menyentil hal itu. Padahal dari 40 RUU, 13 di antaranya merupakan usulan Pemerintah. "Saya enggak tahu kenapa beliau bilang begitu. Jangan-jangan dia tidak tahu mekanisme. Kan ada usulan tersendiri," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/3).Menurut dia, Pemerintah harusnya berkomunikasi kepada DPR soal jumlah UU yang dibuat, apakah jumlahnya hanya sedikit atau dibuat banyak. "Kalau memang mau sedikit ya tim yang dikirim Pemerintah itu ngomong dengan DPR. Ini sudah 40 kan 13 dari Pemerintah," tukas dia. Fadli mengatakan, RUU yang dibahas DPR saat ini bukan semata-mata mengejar target tapi demi kepentingan UU di Indonesia. Setiap UU yang dibentuk tentu bertujuan memenuhi kebutuhan saat ini. "Tapi karena kebutuhan saat ini dan UU lama kadang-kadang sudah tidak relevan. Misalnya karena kemajuan teknologi informasi atau ada hal yang belum diatur dalam UU. Misalnya UU disabilitas kemarin," jelas dia. Sejauh ini, kata dia, UU yang ada diperhatikan dari segi prioritasnya. "Kita juga tidak main-main, bersama Pemerintah kita menetapkan UU ini mana yang jadi prioritasnya," pungkas politikus Gerinda ini.
Fadli Zon sindir balik Jokowi: Jangan-jangan dia tak tahu mekanisme
Fadli Zon bilang pemerintah juga usulkan 13 RUU kepada DPR.
Rekomendasi