Sejumlah ormas yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) berencana kembali turun ke jalan pada 2 Desember mendatang. Aksi ini merupakan lanjutan dari 4 November lalu.Tujuan dari demo masih sama dengan sebelumnya terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan tersangka Basuki Tjahaja Purnama. Hanya saja, aksi tersebut meminta ketegasan kepolisian untuk menjebloskan Basuki ke ruang tahanan.Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menanggapi, demonstrasi adalah hak konstitusional rakyat dan dilindungi undang-undang, sehingga tidak bisa dilarang. Dia pun memberikan dukungan, apalagi demo yang berlangsung 4 November lalu berjalan dengan baik."Karena sepanjang yang kita ketahui kemarin demonya berjalan cukup baik, teratur, hanya yang terakhir sedikit ada insiden. Tetapi itu juga Alhamdulillah bisa teratasi, sehingga seluruh unjuk rasa, memiliki landasan konstitusi yang benar, sehingga kita harus menghargai," ujarnya, Jumat (18/11)Agus tidak lupa berpesan kepada pendemo agar demo yang dilakukan tidak melampaui batas dan berujung pada bentrokan. "Kami menyampaikan supaya berada dalam koridor yang ada, sehingga tidak boleh anarki."Lanjut Agus, dia percaya demo yang direncana kembali pada 2 Desember mendatang tidak akan berlangsung kisruh. "Itu sudah dibuktikan di 4 November lalu," pungkasnya.
Demo antiAhok kembali digelar 2 Desember, ini reaksi Wakil Ketua DPR
Demo antiAhok kembali digelar 2 Desember, ini reaksi Wakil Ketua DPR. Sejumlah ormas yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) berencana kembali turun ke jalan pada 2 Desember mendatang. Aksi ini merupakan lanjutan dari 4 November lalu.
Rekomendasi