Bakal Calon Gubernur NTT Benny K Harman mengaku miris dengan kondisi Provinsi NTT saat ini. Bahkan NTT disebut salah satu Provinsi termiskin dan tertinggal dari daerah lainnya. Hal itu pula yang membuat Benny yang didukung Demokrat, PKS dan PKPI untuk maju dalam pemilihan kepala daerah NTT 2018.
"Saya miris provinsi NTT disebut termiskin dan tertinggal. Karena itu saya merasa terpanggil untuk membuktikan agar tidak menjadi daerah termiskin dan teringgal," kata Benny dalam siaran persnya, Rabu (7/2).
Benny putra daerah asli asal NTT yang sudah tiga periode jadi anggota DPR RI. Benny berkomitmen untuk mengangkat harkat dan derajat warga NTT jika terpilih jadi gubernur.
"Karena itu saatnya saya pulang kampung untuk membuktikan bagaimana masyarakat NTT dapat hidup sejahtera dan makmur," tegas Benny dalam orasinya saat deklarasi di Gedung Seba Guna, Sumba NTT.
Benny mengingatkan, warga tidak salah pilih dalam pemilihan gubernur 2018 mendatang. Dirinya berjanji bersama wakil gubernur Benny Litelnoni akan bekerja bersama untuk membangun NTT.
Menurut Politikus Demokrat ini, penyebab Provinsi NTT disebut daerah termiskin dan tertinggal karena sumber daya manusia yang kurang.
"Saya akan berjuang dengan wakil saya Benny Litelnoni bagaimana masyarakat NTT agar dapat meningkatkan SDM dan meningkatkan perekonomian untuk kesejahtraan masyarakat NTT," tegas Wakil Ketua Komisi III DPR ini.
Dalam Pilgub NTT, ada empat pasang yang bakal bertarung. Pertama yakni pasangan Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris) diusung oleh Partai Gerindra (8 kursi) dan PAN (5 kursi), sehingga total 13 kursi dan memenuhi syarat pendaftaran di KPU.
Selanjutnya Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) diusung Partai Demokrat (8 kursi), PKPI (3 kursi) dan PKS (2 kursi), sehingga total 13 kursi.
Pasangan ketiga, Marianus Sae-Emmilia Nomleni (Marianus-Emmi) diusung PDIP (10 kursi) dan PKB (5 kursi), sehingga totalnya 15 kursi.
Terakhir, pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory-Joss) didukung oleh Partai NasDem (8 kursi), Golkar (11 kursi), dan Hanura (5 kursi), sehingga totalnya 24 kursi.