Ribuan warga Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten sangat antusias menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Padahal, pelaksanaan pilkada di Kabupaten Lebak hanya diikuti pasangan tunggal dari petahana Iti Octavia-Ade Sumardi melawan kolom kosong.
Kondisi jarak antar TPS di kawasan permukiman Baduy cukup berjauhan dan melintasi hutan dengan topografi perbukitan, tidak menjadi penghalang bagi warga datang ke TPS.
"Kami mengapresiasi masyarakat Baduy berbondong-bondong mendatangi 12 TPS," kata Ketua Saksi Pilkada khusus warga Baduy Santa Setiawan seperti dikutip Antara, Rabu (27/6).
Masyarakat Baduy sudah memadati TPS sejak pukul 07.30 WIB untuk menggunakan hak pilih pilkada.
Petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) mengutamakan warga perempuan untuk lebih dahulu menggunakan hak suaranya di bilik yang telah disiapkan. Setelah itu, baru warga laki-laki untuk mencoblos di TPS setempat.
"Kami yakin tingginya warga Baduy berpartisipasi menggunakan hak pilih pilkada karena memiliki kewajiban untuk menentukan pemimpin kepala daerah," katanya.
Menurutnya, masyarakat Baduy yang masuk dalam DPT kurang lebih 7.000 jiwa dengan lokasi pemilihan di 12 TPS antara lain TPS Kadu Ketug, Kadu Jangkung, Cisadane dan TPS Maringo.
Begitu juga TPS Cijengkol, Cicakal Girang, Cicakal Hilir, Kadu Keter, Ciwaringin, Cisaban dan Panyerangan dan TPS Campaka.
"Kami bersama petugas PPS dan PPK sibuk melayani warga di TPS I Kaduketug karena sejak pagi mengantre untuk mencoblos hak pilihnya," ujar pemuka adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Djaro Saija.
Sementara itu, Akhmad, seorang petugas PPS Desa Pasir Kupa Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak mengatakan pelaksanaan pilkada di wilayahnya berjalan lancar,tertib dan aman.
Masyarakat berbondong-bondong mendatangi TPS sejak pukul 07.30 WIB sampai 10.00 WIB sehingga terjadi antrean.
"Kami melakukan pemantauan TPS 08 di wilayah sekitar 90 persen dari 575 DPT menggunakan hak pilih pikada," tandasnya.