Anies: Suka tidak suka, saya akan jalankan perintah presiden

Anies Baswedan mengandalkan program KIP ala Jokowi. KIP harus dilaksanakan setiap kepala daerah. Meskipun warga Jakarta sudah memiliki KJP, KIP tetap bisa digunakan. Anies menegaskan, jika nantinya dipercaya memimpin ibu kota, dia akan menjalankan program tersebut.

Septian Tri Kusuma
Oleh Septian Tri Kusuma - Reporter
Anies: Suka tidak suka, saya akan jalankan perintah presiden
Jokowi di Waduk Pluit. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta mulai menebar janji program kerja yang akan diterapkan jika terpilih memimpin ibu kota untuk lima tahun ke depan. Salah satunya program peningkatan sumber daya manusia (SDM). Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih mengandalkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sementara Anies Baswedan mengandalkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang digagas pemerintah Jokowi-JK.

Anies Baswedan menegaskan, KIP harus dilaksanakan setiap kepala daerah. Meskipun warga Jakarta sudah memiliki KJP, KIP tetap bisa digunakan.

"KIP itu adalah program pemerintah yang diterapkan melalui keputusan Presiden. Keputusan Presiden itu berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia. Jadi itu adalah aturan Presiden, kalau aturan Presiden harus dilaksanakan di semua daerah," jelasnya kepada merdeka.com saat blusukan di kawasan Pangadegan, Jakarta Selatan, Rabu (9/11).

Anies menegaskan, jika nantinya dipercaya memimpin ibu kota, dia akan menjalankan program tersebut.

"Ini bukan sumbangan swasta. Kalau peraturan Presiden, setuju tidak setuju, suka tidak suka ya harus dilaksanakan. Saya akan melaksanakan peraturan Presiden itu. Peraturannya menyatakan setiap siswa miskin berhak mendapatkan itu. Tidak disebutkan siswa miskin di Provinsi mana, enggak," terang Anies.

Rekomendasi