Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyurati gubernur, wali kota, dan bupati di seluruh Indonesia. Dia meminta semua daerah untuk ikut membantu penanganan gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berharap, langkah Tjahjo itu tidak ditafsirkan macam-macam.
"Ya bukan (karena pemerintah kurang anggaran) sehingga Mendagri begitu. Jangan ditafsirkan lain-lain," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/8).
Wiranto menuturkan, hal yang wajar jika pemerintah pusat meminta pemda untuk ikut membantu penanganan gempa di Lombok. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memberikan ruang kepada pemda untuk saling membantu.
"Itu bentuk toleransi dari kita berbangsa bernegara. Ada sumbangan lewat surat kabar, televisi, itu kan tanpa diminta mereka ikut menyumbang. Itu budaya Indonesia, culture Indonesia yang saling membantu, saling mendukung," kata Wiranto.
Sebelumnya, Tjahjo meneken surat yang meminta semua daerah untuk ikut membantu penanganan gempa yang terjadi di Lombok, pada Senin (20/8). Surat tersebut terdiri dari dua salinan.
Surat pertama bernomor 977/6131/SJ ditujukan untuk gubernur seluruh Indonesia. Sementara satu surat lainnya bernomor 977/6132/SJ ditujukan untuk bupati/wali kota seluruh Indonesia.
Dua surat tersebut berisi hal yang sama. Yakni meminta kepala daerah memberikan bantuan keuangan kepada Pemprov NTB dalam rangka penanganan masyarakat terdampak gempa.
"Diharapkan kepada Saudara dapat memberikan bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi NTB yang dibebankan pada APBD dengan memperhatikan keuangan masing-masing daerah," demikian isi surat tersebut.