Sudah beberapa hari ini warga di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau kesulitan membeli bahan bakar minyak (SPBU). Akibatnya antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU tidak terhindarkan. Bahkan sejumlah SPBU justru kehabisan stok BBM mulai dari jenis solar, dexlite, hingga pertalite.
"Saya sudah keliling-keliling cari solar susah kali di SPBU Pekanbaru ini, padahal tak banyak orang yang pakai solar," ujar Adil salah seorang pengendara mobil pikap kepada merdeka.com, Selasa (12/10).
Hal senada disampaikan Hanan, warga Pekanbaru lainnya. Dia juga mengaku harus mengikuti antrean panjang di SPBU demi mengisi mobil pikap miliknya.
"Semua SPBU antre panjang. Saya sampai 5 jam mengantre. Kita ini daerah penghasil minyak, tapi sulit dapat minyak. Tolong dong sampaikan ke Pak Ahok, anak buahnya di Riau agar dievaluasi," kata Hanan.
Bukan tanpa sebab, meski SPBU kekosongan BBM, namun sejumlah warung pinggir jalan justru menjual bensin eceran. Kondisi itu membuat warga geram.
"Bagaimana tidak geram, SPBU kosong, eh jual di pinggir jalan malah banyak. Kan meleset tuh," kata Aziz, warga lainnya.
Kondisi kelangkaan BBM tersebut dibantah PT Pertamina. Pihak Pertamina mengaku telah menyalurkan BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mereka beralasan pengguna solar bertambah.
"Tidak ada kelangkaan. Kami Pertamina sudah lama melayani kebutuhan BBM ke masyarakat di Riau khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya," ujar Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumbagut, Taufikurachman.
Menurutnya, khusus di Pekanbaru Pertamina menyalurkan BBM ke 46 SPBU. Bahkan dia beralasan, kekosongan BBM disebabkan adanya kenaikan konsumsi BBM di Pekanbaru sejak diturunkannya level PPKM 4 menjadi 2 beberapa waktu lalu. Menurutnya, animo masyarakat untuk berpergian bertambah.
"Ada pengaruhnya dengan adanya penurunan level PPKM, sehingga animo masyarakat untuk keluar rumah atau bepergian bertambah. Insya Allah bisa terlayani dengan baik dan lancar," jelasnya.
Hingga hari ini, kelangkaan BBM di Pekanbaru masih terjadi. Antrean panjang kendaraan terjadi di beberapa SPBU. Bahkan SPBU yang berada di Jalan Arifin Achmad mengalami kekosongan BBM.
Kondisi kelangkaan dan habisnya stok BBM di beberapa SPBU itu membuat sejumlah masyarakat nekat mengisi bahan bakar kendaraannya menggunakan bahan bakar eceran yang dijajakan warga.
Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik DR Rawa El Amady mengaku kaget dengan alasan pihak Pertamina yang menyampaikan adanya penambahan konsumsi BBM. Dia menduga pimpinan Pertamina di Riau asal jawab.
"Ada dua kemungkinan. Pertama, Pertamina mungkin saja asal jawab, sehingga bisa disebut berbohong. Kedua, kemungkinan minyak itu disalurkan ke kapal tengah laut untuk diselundupkan. Atau bisa saja disalurkan ke pabrik," kata Rawa kepada merdeka.com.