Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Pandeglang dilarang beli beras dari luar daerah

Warga Pandeglang dilarang beli beras dari luar daerah beras. shutterstock

Merdeka.com - Bupati Pandeglang, Provinsi Banten, Irna Narulita menyatakan ke depan jangan lagi ada warganya yang membeli beras dari luar daerah. Supaya warga tidak membeli beras dari luar daerah, kata dia, maka produksi padi harus terus ditingkatkan.

"Saya tidak mau lagi mendengar adanya warga Pandeglang yang membeli beras dari luar daerah," katanya di Pandeglang, seperti dilansir Antara, Kamis (21/7).

Lebih lanjut dia mengatakan, di Pandeglang masih ada lahan seluas 5.000 hektare yang belum dimanfaatkan. "Saya meminta Dinas Pertanian dan Peternakan mengolah lahan itu, untuk menambah produksi beras sehingga bisa mencukupi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Irna juga optimistis produksi padi daerah itu pada tahun ini akan meningkat, dan mempertahankan statusnya sebagai sentra produksi padi di Provinsi Banten.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Pandeglang Widiyatmoko menjelaskan, pada 2016 menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 758.709 ton.

"Tahun ini kita menargetkan produksi GKG 758.709 ton, dan optimis bisa direalisasikan," katanya.

Ia menyatakan, pada 2015 target produksi padi sekitar 750.679 ton, dan bisa direalisasikan.

Selama ini, Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu daerah sentra pertanian di Provinsi Banten dan merupakan penghasil padi terbesar dengan produksi terus mengalami peningkatan setiap tahun.

Produksi gabah kering giling pada 2014 sebanyak 742.546,98 ton, terdiri dari padi sawah 664.116,60 ton dan padi ladang 78.430,18 ton.

Luas areal pertanian di Kabupaten Pandeglang, kata dia, 339.731 hektare, dan 53.951 hektare (ha) di antaranya lahan persawahan produktif, sisanya lahan darat dan sawah kurang produktif. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP