Sabtu, 9 Juli 2016 merupakan hari suci bagi umat Hindu di Bali atau Hari Wuku Landep. Hari suci yang juga disebut Tumpek Landep ini umumnya diperingati warga di Bali dengan melaksanakan upacara untuk kekuatan kendaraan atau sarana yang terbuat dari besi.
Seperti halnya kendaraan, di hari Tumpek Landep ini umat Hindu di Bali juga menyakralkan benda-benda peninggalan leluhur berupa keris dan tumbak.
Pada hari Tumpek Landep, kemacetan di seluruh wilayah Bali biasanya agak berkurang. Itu dikarenakan semua kendaraan milik umat Hindu di Bali diistirahatkan untuk hari ini karena akan diikutkan dalam upacara. Sehingga, hari ini tak ubahnya hari Nyepi bagi kendaraan milik warga Bali.
"Upacara ini kita laksanakan setiap enam bulan sekali. Setidaknya selama enam bulan kita gunakan untuk bekerja dan memenuhi keinginan kita, hari ini kita upacarai agar keselamatan menyertai selalu. Ini hanya simbolis saja, tergantung bagaimana kita memakai hari Tumpek Landep ini," papar Nyoman Raka, warga Desa Sanur, Sabtu (9/7).
Menurut salah seorang pemangku di wilayah Denpasar, Mangku Widya, pemahaman hari Tumpek Landep merupakan ucapan rasa syukur umat Hindu di Bali kepada Tuhan atas kecerdasan akal dan budi.
"Kesempurnaan kita sebagai manusia adanya pikiran yang kita miliki. Di hari yang suci ini kita landepkan (tajamkan) pikiran kita untuk lebih berpikir positif. Soal kenapa kita lakukan upacara kepada benda-benda yang terbuat dari besi? Itu hanya sebuah simbolis ketajaman kita dan pegangan kita selama ini dalam mencari rejeki atau sebagainya," tutur dia.