Tragedi Kanjuruhan, Ini Besaran Santunan dari Jokowi untuk Korban Meninggal

Tidak hanya Presiden, sambung Mahfud, santunan uang tunai juga diberikan pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Jawa Timur, wali kota hingga beberapa lembaga daerah.

Muhammad Genantan Saputra
Tragedi Kanjuruhan, Ini Besaran Santunan dari Jokowi untuk Korban Meninggal
Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 AFP

Sebanyak 125 orang penonton laga Arema Malang vs Persebaya meninggal dunia setelah terjadi kericuhan berujung penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sebagai bentuk kepedulian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan santunan pada korban.

"Presiden juga sebagai tanda belasungkawa meskipun tentu hilangnya nyawa tak bisa dinilai uang. Tapi Presiden berkenan untuk memberi santunan tiap korban jiwa itu sebesar Rp50 juta," kata Menko Polhukam, Mahfud MD, dalam jumpa pers bersama sejumlah menteri dan Panglima TNI di Kemenko Polhukam, Senin (3/10).

Tidak hanya Presiden, sambung Mahfud, santunan uang tunai juga diberikan pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Jawa Timur, wali kota hingga beberapa lembaga daerah.

"Kisaran antara Rp10 juta-Rp15 juta," katanya.

Mahfud juga menyampaikan duka cita mendalam dari Presiden. Menurutnya, santunan itu tanda hadirnya negara dalam peristiwa memilukan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud menyebut Presiden mengapresiasi kerja cepat pemerintah daerah dan pusat saat mengetahui insiden tersebut.

"Sekarang sudah teridentifikasi dan ditangani baik. Yang meninggal dan dirawat. Dan pembenahan secara fisik untuk dibersihkan Stadion Kanjuruhan," jelas Mahfud.

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan RI telah merampungkan proses rekapitulasi jumlah korban yang berjatuhan saat tragedi di Stadion Kanjuruhan. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hasil rekapitulasi laporan dari 25 fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang menangani korban kejadian di wilayah setempat diperoleh jumlah korban luka ringan dan sedang 219 pasien, luka berat 68 pasien.

"Yang saat ini masih perawatan sebanyak 26 pasien dan meninggal 125 jiwa," katanya.

Laporan tersebut datang dari Fasyankes di antaranya RSUD Kanjuruhan, RSI Gondanglegi, RS Hasta Brata Batu, RSSA, RSU Wajak Husada, RS Mitra Delima, RS Wava Husada, Klinik Tejahusada, RS Ben Mari, RS Sumber Sentosa.

Laporan juga datang dari RSU UMM, RS Prima Husada, RS Salsabila, RS Pindad, RSUD Lawang, RST Soepraoen, RS Hasta Husada, RS Bokor Turen, RST Supraoen, RSI Aisiyah, Lavalette, Pantinirmala, RSI UNISMA, dan RSUD Kota Malang.

Rekomendasi