Terkena parang pria ngamuk di Polsek Gunung Tabur, Aiptu Aris luka di paha

Sigit memastikan, tindakan personelnya untuk melumpuhkan Bahar sudah sesuai prosedur yang ditentukan. "Anggota saya dilukai, ya dilumpuhkan karena membahayakan. Nyatanya kan sampai 6 jahitan di lukanya," ujar Pramuja.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Terkena parang pria ngamuk di Polsek Gunung Tabur, Aiptu Aris luka di paha
Pria mengamuk dan merusak Polsek Gunung Tabur. ©Istimewa

Personel provost Polsek Gunung Tabur, Aiptu M Aris, mengalami luka di paha kiri usai disabet parang oleh seorang pria diduga depresi. Bahar (35) mengamuk dan merusak kaca Mapolsek Gunung Tabur, Berau, Kalimantan Timur, pagi tadi pukul 7 pagi.

"Anggota saya dijahit 6 jahitan di paha kirinya karena disabet parang," kata Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (7/8).

Sigit memastikan, tindakan personelnya untuk melumpuhkan Bahar sudah sesuai prosedur yang ditentukan. "Anggota saya dilukai, ya dilumpuhkan karena membahayakan. Nyatanya kan sampai 6 jahitan di lukanya," ujar Pramuja.

Dugaan sementara, Bahar memang memang mengidap depresi. Memastikan itu, kepolisian bergegas berkoordinasi dengan psikiater di Tanjung Redeb Berau. Hasilnya, Bahar punya riwayat gangguan kejiwaan.

"Hasil konsultasi dengan dokter di Tanjung Redeb, dengan psikiater, pelaku salah satu pasien psikiater itu. Bahkan pelaku sekarang ini masih dalam masa perawatan," terang Pramuja.

Kejadian di Polsek Gunung Tabur sendiri, sempat membuat panik personel polsek. Saat ini Bahar sedang ditangani Polres Berau.

"Dia bikin rusuh, mungkin tidak terima anggota saya menenangkan dia waktu awalnya dia bikin ribut di rumahnya. Makanya sasarannya datang ke Polsek, dan memecahkan kaca di Polsek," tegasnya.

Rekomendasi