Paska terjadinya insiden macet dan terbaliknya kabin penumpang bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS), Minggu (11/11) kemarin, pihak kepolisian langsung mengumpulkan pemilik wahana permainan. Tujuan guna memastikan standar keamanan menjadi prioritas dan peristiwa serupa tak lagi terjadi.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Sutikno mengatakan, standar keamanan harus menjadi prioritas bagi pengelola wahana permainan. Dengan standar keamanan yang jelas, diharapkan masyarakat tak trauma dan kejadian serupa tak terulang.
"Jadi nanti kita tegaskan dalam pertemuan dengan pengelola dan pemilik wahana, biar kejadian tadi malam nggak terulang. Semua wahana permainan harus ada standar kelayakan atau standar keselamatannya," ujar Sutikno saat dihubungi wartawan, Senin (12/11).
Dia mengungkapkan, meskipun tidak ada korban jiwa tetapi pihaknya tetap akan memanggil pengelola wahana permainan. Pemanggilan ini untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat.
"Memang tidak ada unsur pidana dan tidak ada korban, tapi kan kasihan masyarakat, karena itu pengelola wahana permainan di Sekaten dipanggil," tegasnya.
Dihentikan Sementara
Dihentikan sementara
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta wahana bianglala dihentikan sementara. Heroe menerangkan penghentian sementara ini dilakukan sampai pengelola wahana permainan bisa memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat.
"Jadi semalam itu kami sudah minta kepada panitia untuk segera menghentikan acara bianglala itu, wahana-wahana yang mengalami masalah itu. Selama tidak ada jaminan itu kami minta (bianglala) untuk tidak dioperasionalkan dulu. Jadi sekarang tugas mereka adalah untuk memberikan keyakinan kepada kita semua, pemerintah maupun masyarakat bahwa wahana itu aman," tegas Heroe saat dihubungi wartawan, Senin (12/11).
Heroe menambahkan jika pihaknya meminta kepada panitia penyelenggara PMPS 2018 agar melakukan pengecekan ulang kepada semua wahana permainan yang ada. Nantinya hasil pengecekan semua wahana permainan ini musti dilaporkan ke Pemkot Yogyakarta sebagai bahan evaluasi.
"Sekarang teman-teman lagi mencoba untuk memberikan pengecekan seluruhnya. Kita (Pemkot Yogyakarta) nanti menilai apakah jaminannya itu memungkinkan kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk beroperasi lagi atau tidak," ungkap Heroe.
Heroe menegaskan jika pihaknya meminta kepada pihak pengelola wahana untuk bertanggungjawab jika ada korban yang luka paska insiden tersebut.
"Semalam kami minta untuk seluruh pengelola wahana kalau ada yang mengalami kecelakaan kami minta pengelola untuk bertanggungjawab penuh terhadap peralatan dan pengobatan," pungkas Heroe.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah wahana permainan di Sekaten mengalami insiden. Akibatnya beberapa kabin penumpang bianglala terbalik. Terbaliknya kabin penumpang ini diduga karena salah satu kabin penumpang macet dan menyebabkan bianglala mengalami gangguan.