Sosialisasi Protokol Covid-19 di Papua Libatkan Anak Muda & Tokoh Masyarakat

Kampanye disiplin menerapkan protokol kesehatan disampaikan melalui platform media sosial seperti Instagram, Facebook maupun podcast. Target kampanye tersebut adalah masyarakat yang mempunyai akses terhadap internet.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Sosialisasi Protokol Covid-19 di Papua Libatkan Anak Muda & Tokoh Masyarakat
Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Chief Field Office UNICEF Papua dan Papua Barat, Try Laksono Harysantoso mengatakan, berbagai inovasi dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di antaranya, melibatkan anak muda untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

Ini disampaikan Try dalam Talk Show tentang Kreativitas dan Kearifan Lokal dari Papua dan Papua Barat Melawan Covid-19 yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Rabu (8/7).

"Inovasi pertama, kita mencoba untuk menyebarluaskan informasi terkait pencegahan Covid-19 bekerja sama dengan influencer, anak-anak muda yang berasal dari Papua," ujarnya.

Kampanye disiplin menerapkan protokol kesehatan disampaikan melalui platform media sosial seperti Instagram, Facebook maupun podcast. Target kampanye tersebut adalah masyarakat yang mempunyai akses terhadap internet.

Sementara untuk menyasar masyarakat yang berada di pedalaman dan pegunungan Papua dan Papua Barat, Try mengaku melibatkan tokoh agama dan tokoh adat yang tergabung dalam FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama).

"Jadi kita memberikan pelatihan-pelatihan untuk tokoh agama, tokoh adat," ucapnya.

Pelatihan mengenai cara menyampaikan pesan-pesan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat ini menggunakan dua metode. Metode pertama dilakukan secara tatap muka di kantor Gubernur Papua.

Metode kedua, pelatihan virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom.

"Mereka kita hubungkan dengan Zoom kepada FKUB yang ada di kabupaten-kabupaten yang tidak bisa hadir di pertemuan tapi tetap kita latih untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan Covid-19," jelasnya.

Menurut Try, setelah mengikuti pelatihan, para tokoh agama dan tokoh adat akan menyampaikan pesan-pesan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat serta umat lewat pertemuan atau ibadah virtual. Di samping itu, jaringan radio RRI juga dimanfaatkan untuk menyebarkan edukasi tentang protokol kesehatan.

"Jadi ini menjadi cara untuk kita menyebarkan informasi terkait Covid-19 kepada seluruh masyarakat, termasuk yang ada di daerah pedalaman dan pegunungan Papua," tuturnya.

Guna memperluas cakupan edukasi protokol kesehatan Covid-19, UNICEF menerjemahkan materi sosialisasi ke empat bahasa lokal yang digunakan suku-suku di Papua dan Papua Barat. Hasilnya akan disampaikan melalui radio.

"Ini akan dituangkan dalam bentuk story telling di radio menggunakan empat bahasa lokal dan satu bahasa Indonesia. Dengan demikian kita harapkan mereka yang tidak memahami bahasa Indonesia masih bisa menerapkan protokol," katanya.

Rekomendasi