Presiden Joko Widodo mengundang Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), dan PP Muhammadiyah ke Istana Merdeka, Selasa (1/11) pagi. Pertemuan yang tidak ada dalam agenda resmi Presiden Joko Widodo tersebut direncanakan dimulai pada pukul 10.30 Wib.Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menjelaskan pertemuan tersebut untuk saling tukar pikiran. Sebab, kata dia, saat ini situasi sedang memanas."Melihat kondisi situasi sekarang yang agak memanas," kata Said sesaat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/11).Said mengakui situasi yang memanas itu dikarenakan adanya demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan oleh sejumlah ormas Islam menuntut kejelasan hukum Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang diduga melakukan penistaan agama."Antara lain itu. Tapi tidak hanya itu. Banyak yang kita bicarakan," ujarnya.Sementara itu, Said mengakui memang saat ini situasi sedang memanas. Dia mencontohkan di media sosial sudah terjadi situasi yang memanas tersebut."Sepertinya sudah panas. Melalui media sosial, twitter sudah mulai panas. Mudah-mudahan tidak panas," ujarnya.
Situasi memanas, PBNU akui bertemu Jokowi bahas demo 4 November
Situasi memanas, PBNU akui bertemu Jokowi bahas demo 4 November. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menjelaskan pertemuan tersebut untuk saling tukar pikiran. Sebab, kata dia, saat ini situasi sedang memanas.
Rekomendasi