Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap serangkaian aksi bom bunuh diri di Surabaya didalangi oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok tersebut dipimpin oleh Dita, bomber Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno.
Dita, jelas Kapolri, bereaksi atas kerusuhan yang terjadi di rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, beberapa hari lalu. Selain itu, instruksi dari ISIS di Suriah pun menjadi salah satu alasannya nekat melakukan aksi bom bunuh diri.
"Kemarin saya sebutkan kerusuhan di Mako Brimob tidak saja hanya masalah makanan yang tidak boleh masuk dari keluarga kepada para tahanan, tapi juga ada dinamika internasional serta upaya untuk melakukan pembahasan kekerasan dari penangkapan pimpinan mereka," ungkap Kapolri di Polda Jatim, Senin (14/5).
"Yang paling beraksi JAD cabang Syrabaya dipimpin saudara Dita. Kelompok ini melakukan langkah-langkah tertutup untuk melakukan penyerangan dengan mempersiapkan bom," ungkapnya.
Kapolri menambahkan bom yang digunakan pelaku mempunya kesamaan yakni memakai pipa.
"Kita melihat bahwa bom yang digunakan bermacam-macam, meskipun bentuknya hampir sama yaitu pakai pipa tapi ada yang ditambah kan."
Kelompok JAD Surabaya, lanjut Kapolri, membuat bom yang memakai bahan peledak yang sangat dikenal dengan Kelompok ISIS dari Suriah.
"Mereka membuat bom dengan bahan dasarnya bahan peledak yang sangat dikenal di Kelompok ISIS dari Suriah yang dibuat dari bahan-bahan mudah diperoleh tapi diramu sedemikian rupa dengan bahan-bahan lain yang kemudian bubuknya jadi serbuk putih yang jenis high explosive," bebernya.