Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan pekan ini terjadi peningkatan kasus cukup tinggi dibanding pekan lalu. Sebelumnya positivity rate Depok hanya 1,03. Sedangkan pekan ini naik menjadi 4,36.
"Untuk rata-rata harian pun ketika minggu lalu kita 0-5 kasus. Sedangkan untuk minggu ini di atas 100 kasus," kata Dadang, Rabu (26/1).
Lonjakan kasus ini dipengaruhi berbagai macam faktor dan juga berasal dari sejumlah klaster. Antara lain klaster keluarga, klaster tempat kerja dan juga ada klaster PTMT.
Dadang menyebut, peningkatan kasus di Kota Depok dipengaruhi tingginya pergerakan masyarakat commuter. "Tentunya untuk Kota Depok sudah bisa dianalisis, yang paling besar adalah pergerakan masyarakat di dalam masyarakat yang commuter. Jadi kasus di Depok sangat dipengaruhi wilayah Jabodetabek lainnya," ujar dia.Dadang mengatakan, ketika di wilayah Jabodetabek meningkat berdampak kepada Kota Depok. Sebab pergerakan masyarakat Depok lebih banyak bergerak ke Jakarta.
Dengan adanya peningkatan kasus berpengaruh terhadap bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Depok. Sejauh ini BOR sudah 11 persen. Demikian juga dengan BOR ICU.Pembukaan kembali tempat karantina di Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia (UI) pun sedang dipersiapkan dan dilakukan penjajakan.
"Untuk BOR saat ini sudah meningkat, dalam hari kemarin itu 11 persen. Untuk BOR ICU juga ada. Kami juga lagi persiapkan arahan Bapak Wali Kota Depok dalam rapat Satgas sudah menjajaki karantina di PSJ UI," ujar dia.
Pihaknya juga meminta bantuan kepada provinsi Jawa Barat untuk memfasilitasi tempat karantina atau isolasi terpusat. "Kami juga telah melakukan koordinasi dengan rumah sakit baik negeri atau swasta di dalam penyiapan tempat isolasi untuk treatment,” ungkap dia.
Dadang menyebut saat ini sudah tidak ada ketimpangan data antara pusat dan daerah. Untuk Depok, saat ini lebih banyak yang melakukan isolasi mandiri.
"Untuk jumlah yang dirawat dengan jumlah yang diisolasi mandiri lebih banyak yang isoman. Saat ini memang ada yang melakukan isolasi di rumah dan juga di Wisma Atlet Jakarta, sambil kita siapkan," tutup dia.