Satgas Covid-19 Sebut Mobilitas Naik Tajam ke Tempat Retail hingga Rekreasi

Menurut Wiku, peningkatan mobilitas penduduk ini menandakan aktivitas masyarakat dan ekonomi Indonesia secara bertahap pulih. Namun dia mengingatkan peningkatan mobilitas harus diiringi dengan kepatuhan protokol kesehatan.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Satgas Covid-19 Sebut Mobilitas Naik Tajam ke Tempat Retail hingga Rekreasi
Kemacetan Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan mobilitas penduduk meningkat belakangan ini. Berdasarkan data Google Mobility 30 Maret 2022, peningkatan tajam terjadi pada tempat-tempat seperti taman, toko bahan makanan, tempat retail dan rekreasi.

"Bahkan mencapai titik (mobilitas) tertinggi sejak awal pandemi," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (4/4).

Menurut Wiku, peningkatan mobilitas penduduk ini menandakan aktivitas masyarakat dan ekonomi Indonesia secara bertahap pulih. Namun dia mengingatkan peningkatan mobilitas harus diiringi dengan kepatuhan protokol kesehatan.

"Tentunya kita perlu menjaga agar segala aktivitas masyarakat yang bertahap menuju normal tetap aman dari potensi penularan Covid-19," ujarnya.

Wiku mengatakan, semua pihak bisa mengambil peran untuk mencegah penularan Covid-19. Masyarakat perlu memakai masker dengan sempurna saat keluar dari rumah, misalnya saat menghadiri kegiatan atau beribadah di masjid.

Sementara pemerintah daerah hingga level terkecil harus menegakkan protokol kesehatan di wilayah masing-masing. Relawan, TNI, Polri, dan duta perubahan perilaku yang ada perlu mengawasi dan melaksanakan disiplin protokol kesehatan.

Cara Cegah Klaster Baru Covid-19

Wiku mengatakan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 akan melakukan penegakkan protokol kesehatan dalam dua pekan mendatang. Penegakkan ini berupa pembagian masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan ke masjid-masjid.

"Untuk mencegah potensi timbulnya klaster kasus baru (Covid-19)," ucapnya.

Wiku meminta masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan di tengah relaksasi aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan. Dia mengingatkan, melandainya kasus Covid-19 bukan menandakan Indonesia bebas dari pandemi.

"Sehingga sikap hati-hati namun tetap tenang harus terus ditanamkan," kata dia.

Rekomendasi