Rutin bayar, warga tolak Bandara Kulon Progo protes aliran listrik diputus

Puluhan warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo menggelar aksi demonstrasi di Kantor PLN Yogyakarta, Gedongkuning, Yogyakarta, Kamis (5/4). Mereka menuntut PLN memasang kembali aliran listrik yang diputus sepihak sejak beberapa bulan lalu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rutin bayar, warga tolak Bandara Kulon Progo protes aliran listrik diputus
Paguyuban warga Kulon Progo tolak penggusuran demo di Kantor PLN Yogyakarta. ©2018 Merdeka.com

Puluhan warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo menggelar aksi demonstrasi di Kantor PLN Yogyakarta, Gedongkuning, Yogyakarta, Kamis (5/4). Mereka menuntut PLN memasang kembali aliran listrik yang diputus sepihak sejak beberapa bulan lalu.

Dalam aksinya berbagai poster bertuliskan "Listrik Yes NYIA No", "PLN Diskriminatif", dan "Kembalikan Aliran Listrik Kami" dibentangkan. Puluhan warga sempat berorasi di depan pagar kantor PLN Yogyakarta. Setelahnya puluhan warga ini kemudian masuk ke dalam kantor PLN.

Humas PLN DIY sempat akan menemui para warga yang berdemo tetapi ditolak. Warga meminta agar GM PLN Yogyakarta yang menemui.

Seorang warga, Sofyan dalam orasinya menyampaikan kedatangan warga ke PLN ini untuk menuntut keadilan. Pasalnya listrik di rumah-rumah warga yang menolak pembangunan Bandara NYIA diputus secara sepihak oleh PLN.

"Kami tak pernah telat membayar. Kenapa listrik kami diputus secara sepihak. Kami menuntut agar PLN kembali memasang listrik di rumah kami," tegas Sofyan.

Sedangkan menurut warga lain, Fajar, PLN tidak melakukan tindak lanjut atas kesimpulan dari Ombudsman RI. Dalam kesimpulan itu disebutkan jika keputusan PLN memutus aliran listrik itu merupakan tindakan maladministrasi.

"Pemutusan sepihak dari PLN itu maladministrasi. Ini berdasarkan hasil keputusan dari Ombudsman RI. Ternyata tiga bulan usai ada keputusan dari Ombudsman RI, PLN belum juga menyambungkan listrik ke rumah-rumah warga," tutup Fajar.

Rekomendasi