Rudi Rubiandini ajak Pertamina patungan bayar 'iuran' buat DPR

Rudi mengaku iuran itu atas usulan Sekjen EDSM,Waryono Karno.

Aryo Putranto Saptohutomo
Rudi Rubiandini ajak Pertamina patungan bayar 'iuran' buat DPR
Sidang Rudi Rubiandini di Pengadilan Tipikor. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Direktur PT Pertamina, Galaila Karen Kardina, mengakui pernah membahas soal uang setoran buat Komisi VII DPR diistilahkan 'buka-tutup kendang,' saat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) pada 2013. Tetapi, Karen menyatakan sama sekali tidak memberikan duit apapun terkait hal itu.Menurut Karen, pembicaraan 'buka-tutup kendang' itu ada dalam percakapan telepon pada 12 Juli 2013. Menurut dia, yang menyampaikan istilah itu pertama kali adalah Rudi. Karen awalnya berkilah tidak paham soal maksud pembicaraan Rudi soal Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII."Inti pembicaraannya akan ada pengesahan APBN-P Juni 2013. Beliau (Rudi) menyampaikan buka kendang dari saya (Rudi), tutup kendang dari Pertamina. Menurut Pak Rudi ini proses pengesahan APBN-P 2013. Yang jelas buat DPR," kata Karen saat bersaksi dalam sidang terdakwa Rudi Rubiandini , di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (4/3).Menurut Karen, saat itu dia tidak paham apakah maksud pemberian uang itu ditujukan buat Komisi VII atau Badan Anggaran DPR. Dia mengatakan, Rudi waktu itu hanya mau memberikan USD 150 ribu buat keperluan 'buka kendang.'"Sementara Pertamina diminta menyiapkan 'tutup kendang' USD 150 ribu. Tapi tidak saya berikan," kata Karen.Karen mengatakan dia tidak tahu apakah Rudi jadi memberikan duit itu. Saat itu, lanjut dia, Rudi mengatakan iuran buat Komisi VII itu adalah permintaan dari mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Waryono Karno.

Rekomendasi