Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RJ Lino sebut tak perlu konsensi dan aset Pelindo bukan milik negara

RJ Lino sebut tak perlu konsensi dan aset Pelindo bukan milik negara RJ Lino diperiksa Bareskrim. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Dirut Pelindo II RJ Lino dicecar oleh Pansus Pelindo DPR dalam sidang hari ini. Namun dalam pembahasan apakah perlu Pelindo memperpanjang konsensi Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), RJ Lino justru bilang tak perlu.

"Saya sudah jelaskan tadi menurut kita mengapa melakukan konsensi. Saya bukan ahli hukum perlu keterangan orang yang berkaitan dengan itu. Tidak diperlukan konsensi," kata RJ Lino dalam rapat dengan Pansus Pelindo DPR di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12).

Lantas Ketua Pansus Pelindo II DPR Rieke Diah Pitaloka mengatakan, "Tolong catat Pak Lino berkata tidak perlukan konsensi," tuturnya.

Sedangkan anggota Pansus Masinton Pasaribu menganggap surat perpanjangan konsensi hanya berpegang para rancangan undang-undang. Dia menuding RJ Lino melakukan tafsir terhadap undang-undang.

"Jangan perasaan saudara. Kita bicara undang-undang. Kaalau bicara sana sini saya tabrak saudara. Buka di mana, jangan tafsir saudara. Saya takut pada undang-undang tapi kalau ada yang melanggar saya tabrak. Biar publik tahu bahwa yang dijadikan dasar rancangan undang-undang," ujarnya.

Forum kembali memanas ketika RJ Lino mengatakan harus dipisahkan antara aset negara dengan aset Pelindo II. "Ada namanya aset negara. Kemudian company itu tumbuh ada dari keuntungan. Ada aset Pelindo, ada aset negara," tuturnya RJ Lino.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP