Ratusan sopir taksi demo Uber dan GrabTaxi di Denpasar ?

Mereka merasa terancam dengan keberadaan Uber dan GrabTaxi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ratusan sopir taksi demo Uber dan GrabTaxi di Denpasar  ?
Demo keberadaan taksi online di Bali. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Keberadaan jasa taksi daring, Uber dan GrabTaxi, ternyata membikin pelaku transportasi di Denpasar, Bali, geram. Sekitar 300 orang berunjuk rasa di depan gedung DPRD Bali, Renon, Denpasar menolak praktik Uber dan GrabTaxi.Massa itu menyatakan diri dalam Persatuan Sopir Taksi Bali (Persotab) menggelar aksi damai, Kamis (21/1). Awalnya, Persotab menggelar orasi di pelataran Kantor DPRD Bali. Namun, karena beberapa pertimbangan, aksi dialihkan ke Wantilan DPRD Bali. Para sopir itu diterima langsung oleh Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, dan Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta.Ketua Persotab, Ketut Wirta mengatakan, demonstrasi itu bukan tanpa alasan. Menurut dia, keberadaan Uber dan GrabTaxi tak jelas dan menyalahi aturan."Legalitas mereka tidak teruji. Kalau mau komplain itu ke mana? Pajak juga masuk ke mana? Dan itu orang luar. Mereka mengatasnamakan taksi tapi menyalahi aturan, pakai mobil biasa, pakai HP, pakai aplikasi. Bayangkan saja, Rp 30 ribu dari Kuta ke Renon, apa itu belum bensinnya. Ini kan mau membunuh kita," kata Ketut Wirta saat menyampaikan sikapnya.

Demo keberadaan taksi online di Bali ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Maka dari itu, Wirta meminta instansi terkait, baik di legislatif maupun eksekutif agar segera menindaklanjuti. Jika tuntutannya tidak dipenuhi, dia berjanji akan terus menggelar aksi kembali dengan mengerahkan massa yang lebih besar lagi."Kami minta pemerintah segera menindaklanjuti, tolak Uber dan GrabTaxi. Kalau ini tidak diselesaikan, kami akan turun lagi dengan massa yang lebih besar. Apakah Dinas Perhubungan siap hilangkan Uber dan GrabTaxi? Kami perlu ketegasan," ujar Wirta.Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, mengaku jika selama ini telah mendengar kabar mengenai adanya layanan taksi daring. "Memang saya dengar selentingan mengenai adanya Uber dan GrabTaxi. Katanya sudah ada ratusan, bahkan ribuan," kata Adi saat menerima ratusan sopir taksi.Mantan Bupati Tabanan dua periode itu menyebut Uber dan GrabTaxi sebagai transportasi gelap. Sebab menurut dia tidak ada kejelasan mengenai pajak dan registrasinya ke pemerintah."Uber dan GrabTaxi itu transportasi gelap. Dia ini tidak bayar pajak kan, dan tidak terdaftar. Ini harus ditertibkan dan diberantas, saya tidak mau ragu-ragu melihat hal ini," ujar Adi.Adi malah menyatakan, di tengah kondisi aksi teror, ada kemungkinan ada pelaku teror menyusup ke kelompok ini. "Kita tidak tahu lo, kalau ISIS ikut di situ, bisa-bisa digoreng kita. Kita di Bali sedang diuji, mari kita jaga Bali, jaga keamanan kerjaan kita, turis kita," ujar Adi.Adi menjanjikan menyampaikan tuntutan itu dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali. "Kita akan ketemu Pak Gubernur karena eksekutif yang punya kewenangan. Kita sepakat akan mengawal ini," tutup Adi.

Rekomendasi