Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ra Imam sebut warga Bangkalan bersyukur Fuad Amin ditangkap KPK

Ra Imam sebut warga Bangkalan bersyukur Fuad Amin ditangkap KPK Fuad Amin Imron. ©blogspot.com

Merdeka.com - Ketua DPRD Bangkalan, Madura, Jawa Timur, KH Fuad Amin Imron terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin malam (1/12). Mantan Bupati Bangkalan dua periode ini diduga terlibat suap suplai gas dan pembayaran ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Penangkapan Ra Fuad, sapaan KH Fuad Amin Imron ini, memang cukup mengejutkan publik di Pulau Garam, sebutan Madura. Sebab, ayah kandung Bupati Bangkalan, Makmun Ibnu Fuad atau Ra Momon itu, merupakan salah satu orang kuat di provinsi timur Pulau Jawa ini.

Namun, menurut Pengasuh Ponpes Ibnu Cholil, Bangkalan KH Imam Buchori Cholil, saat dihubungi wartawan di Surabaya, penangkapan Ra Fuad oleh KPK itu pastinya akan membuat masyarakat Bangkalan bersyukur.

Sebab, kata dia, kepercayaan masyarakat Bangkalan terhadap hukum yang selama ini pupus, kembali tumbuh. "Hukum ternyata masih bisa ditegakkan. Kami sudah pernah berkali-kali melaporkan kasus-kasus korupsi yang melibatkan Ra Fuad dan antek-anteknya, tapi selalu lolos," ungkap salah satu tokoh masyarakat di Bangkalan ini, Selasa (2/12).

Katanya, beberapa kasus dugaan korupsi yang melibatkan Ra Fuad dan sempat dilaporkan elemen masyarakat Bangkalan di antaranya, terkait dugaan gratifikasi Rp 1,3 miliar untuk pembebasan lahan proyek jalan tembus dari Jembatan Suramadu menuju Ujung Piring, Kecamatan Socah, Bangkalan.

"Data yang kita laporkan adalah dugaan gratifikasi Rp 1,3 miliar dari pihak swasta. Laporan itu sudah lama masuk ke KPK. Namun belum ada tindak lanjut atas laporan itu," ungkapnya.

Kemudian kasus dugaan pemerasan yang di lakukan Ra Fuad saat menjabat sebagai Bupati Bangkalan kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) K1 dan K2. "Untuk kasus ini, kami laporkan sekitar sebulan yang lalu via online dan sudah mendapat balasan dari KPK, hanya saja masih belum ada tindakan," ujarnya.

Mungkin, lanjut kiai yang masih sepupu Ra Fuad itu, KPK ingin mencari waktu yang tepat untuk menangkapnya. "Dan Alhamdulillah sekarang terbukti. Tentunya kita patut bersyukur kepada Allah, karena hukum bisa kembali ditegakkan," katanya senang.

Sehingga, dengan tertangkapnya Ra Fuad oleh KPK ini, masih kata mantan calon Bupati Bangkalan ini, kepercayaan masyarakat Bangkalan terhadap hukum bisa kembali tumbuh.

"Selama ini, masyarakat Bangkalan nyaris rasa putus asa karena selalu gagal melaporkan kasus-kasus korupsi Ra Fuad dan antek-anteknya. Setiap kasus apapun yang melibatkan keluarga Ra Fuad, sepertinya hilang ditelan bumi."

Ra Imam juga berharap, penangkapan Fuad Amin Imron ini, merupakan momentum membersihkan kabupaten Bangkalan yang dikenal rapi dalam hal tindak pidana korupsi.

"Dalam masalah korupsi, Ra Fuad memang tidak sendirian, KPK paham soal itu. Kita harap KPK akan serius. Untuk itu, semua antek-anteknya juga harus ditangkap, dan kami siap mendukung upaya KPK," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK menangkap KH Fuad Amin Imron pada Senin malam dalam OTT. Menurut Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja, Ra Fuad yang sebelumnya menjabat Bupati Bangkalan diduga terlibat suap soal suplai gas dan pembayaran ke BUMD. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP