Polisi ringkus sindikat uang palsu Rp 7 miliar

Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu | Kamis, 14 Februari 2013 23:30




Polisi ringkus sindikat uang palsu Rp 7 miliar
uang palsu 1 miliar. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Polisi Resor (Polres) Jakarta Utara berhasil mengungkap sindikat uang palsu di kawasan Ibu Kota. Dari tersangka, barang bukti yang berhasil diamankan petugas mencapai Rp 7 miliar.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Daddy Hartadi mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari laporan korban Irawan Siaswadi, pengusaha sawit asal Riau yang tertipu hingga Rp 300 juta.

"Motifnya bisa menggandakan uang hingga lima kali lipat, sehingga korban percaya," kata Daddy saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (14/2).

Saat itu korban yang tengah melakukan liburan di Yogyakarta, Jawa Tengah tak sengaja bertemu dengan Candra Gunawan alias Bayu, salah satu pelaku. Di pertemuan awal itu, pelaku mengenalkan diri bisa melakukan penggandaan uang.

"Perkenalan dari Jogja itu awal dari dua pertemuan selanjutnya di Jakarta. Lalu dipertemuan kedua, dia (pelaku) bahkan pernah menyatakan uang produknya asli sebab sudah diakui BI (Bank Indonesia)," imbuh Daddy.

Bahkan, dalam pertemuan terakhir di Jakarta sebelum dilakukan penangkapan, pelaku sengaja mengajak makan korban di kawasan Kelapa Gading, dan meminta korban untuk membayarkan tagihan kasir menggunakan uang hasil produk pelaku.

"Pas dibayarkan itu memang uang asli sehingga korban percaya," ungkapnya.

Akhirnya keduanya menyepakati untuk memberikan uang sebesar Rp 300 juta yang bisa digandakan hingga Rp 1,5 miliar. Saat melakukan transaksi, korban diminta naik ke Apartemen MOI Tower Manhattan lantai 18 No 18 Kepala Gading Utara untuk bertemu dengan para pelaku.

"Mereka akhirnya menyepakati pertemuan selanjutnya di Apartemen MOI (Mall of Indonesia) Tower Manhattan, Kelapa Gading. Empat pelaku bertugas naik ke kamar dan dua pelaku bertugas mengamankan uang palsu di dalam mobil di parkiran," ungkapnya.

Akhir dari aksi pelaku, korban melapor ke pihak kepolisian, dan menjelaskan kejadian yang telah menimpa dirinya. Polisi meringkus kawanan yang diketahui sudah sejak lama melakukan modus operandi tersebut.

"Tahun 2008 ada sekitar dua kasus, sisanya 2012 lalu, semua pelaku berasal dari bogor," bebernya.

Puluhan barang bukti yang dijadikan komunikasi dan perangkat kejahatan oleh pelaku, yakni satu peti alumunium ukuran 100 cm X 50 cm tempat menyimpan uang palsu, 20 handphone tiga di antaranya jenis android, dua buku tabungan Bank Mandiri, 13 kartu ATM (Ajungan Tunai Mandiri), 2 tas kecil berwarna cokelat, serta pecahan uang palsu Rp 100 ribu sebanyak 70 pak senilai Rp 7 miliar atau Rp 100 juta per pak.

Pelaku dijerat pasal 363 Kitab Hukum Pidana Pidana (KUHP) jo 378 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

"Serta pasal penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara," tutupnya.

[cob]

KUMPULAN BERITA
# Uang Palsu

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Kemenhub pastikan 25 pesawat siap angkut jamaah haji tahun ini
  • Intip rahasia kaki cantik SNSD, kamu tak akan percaya
  • Golkar harap Ratu Atut tabah dan tegar divonis 4 tahun
  • Ahok minta pedagang Lindeteves tuntut PD Pasar Jaya
  • Sultan ingin win-win solution untuk kasus Florence
  • Pria China tusuk tiga siswa SD di sekolah hingga tewas
  • [Foto] Ternyata Indonesia juga punya Sabina Altynbekova!
  • Batas atas tarif penerbangan diusulkan naik
  • Ini pembelaan Bulog soal beras berkutu
  • 6 Calon jemaah haji asal Medan gagal berangkat bersama kloter I
  • SHOW MORE