Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Periksa 8 Saksi Kasus Kerumunan di Petamburan, Salah Satunya Panitia Acara

Polisi Periksa 8 Saksi Kasus Kerumunan di Petamburan, Salah Satunya Panitia Acara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Penyidik gabungan Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya hari ini memeriksa sejumlah saksi terkait acara pernikahan putri pimpinan FPI Muhammad Rizieq Syihab sekaligus peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta Pusat. Ada delapan saksi diperiksa polisi kali ini.

"Sementara untuk kegiatan hari Rabu 2 Desember 2020 ini ada beberapa yang kita lakukan pemanggilan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (2/12).

Delapan saksi dipanggil polisi itu yakni Manager Security Bandara Soekarno-Hatta berinisial OS. Kemudian Kepala KUA Tanah Abang yang lama berinisial S. Lalu Satpol PP DKI Jakarta berinisial A dan Kepala KUA Tanah Abang yang sekarang berinisial M. Serta PNS dari kantor Wali Kota Pusat yang lama berinisial BM dan Ketua Panitia Acara berinisial HU. Serta terakhir ahli epidemiologi dari Kementerian Kesehatan serta ahli Hukum Tata Negara dari Kemenkum HAM. Namun, dari delapan saksi tersebut ada dua orang yang belum bisa memenuhi panggilan penyidik yakni HU dan ahli epidemiologi.

"Yang pertama saudara HU yang merupakan panitia acara Petamburan pada saat itu, yang sudah merupakan panggilan kedua dan juga ada saksi ahli Epidemiologi Kementerian Kesehatan yang kedua-duanya belum bisa memberikan klarifikasi tentang ketidakhadirannya," ujarnya.

Satu Orang Reaktif Covid-19

Sebelum melakukan pemeriksaan tersebut, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada yakni lebih dulu melaksanakan swab test antigen. "Memang ada satu yang reaktif kemudian kita lakukan protokol kesehatan, yaitu saudara S ia adalah KUA Tanah Abang yang lama, dia reaktif dan sekarang ada tunggu pemeriksaannya. Karena reaktif kan, ada mekanisme protokol kesehatan yang harus dilaksanakan," ungkapnya.

Kini, satu orang tersebut sudah berada berada di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan swab test PCR. Hal ini untuk memastikan, apakah ia benar terpapar Covid-19 atau tidak.

"Kita menggunakan swab antigen protokol kesehatan ini kalau dia reaktif nantinya protokol kesehatannya kita akan melakukan PCR kepada yang bersangkutan, untuk bisa memastikan secara pasti apakah dia memang reaktif Covid-19. Kalau memang itu, kita akan lakukan isolasi dan mekanisme seperti aturan bagaimana orang kalau terkena positif Covid-19 yang ada," tutupnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP