Bagio, warga Mlati, Sinduadi, Sleman ditangkap polisi setelah kedapatan memproduksi minuman keras import palsu di rumah kontrakannya, Selasa (16/12). Dalam pengerebekan di rumah Bagio, polisi menemukan ratusan botol miras impor palsu lengkap dengan botol, kardus dan label cukai palsu.Kapolres Sleman, AKBP Ihsan Amin mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menemukan peredaran miras impor palsu di beberapa tempat yang di razia. Dari pengembangan tersebut petugas mengetahui produsen miras palsu tersebut adalah Bagio."Ini home industry, pelaku mengoplos minuman yang racikannya sama dengan oplosan biasa, hanya saja ini pakai merek impor," katanya di Polres Sleman, Sabtu (20/12).Beberapa merek miras impor seperti Jack Daniel, Black Label, Red Label, Absolut Vodka dan lainnya, diracik dengan dua resep. Bagio mengatakan untuk minuman yang berwarna coklat seperti teh diracik dengan alkohol 90 persen, air, minuman energi Kratingdaeng, perasa, dan root beer sebagai pewarna. Sementara untuk minuman berwarna bening, diracik dengan alkohol 90 persen, air, sprite dan perasa."Ini kalau dilihat mirip aslinya, apalagi ada cukainya, warnanya pun mirip dengan asli. Kalau botolnya memang asli," ujar Ihsan.Sementara itu untuk harga, miras palsu ini dijual Rp 120 ribu per botol. Harga tersebut jauh di bawah harga miras impor asli yang mencapai Rp 500 ribu per botol.Dalam sebulan, Bagio bisa memproduksi 100 botol miras. Miras tersebut kemudian dijualnya ke beberapa toko dan per orangan."Ada yang masuk ke diskotek, tapi lewat per orangan, bahkan di jual ke Surabaya dan Tangerang," jelas Ihsan.Bagio mendapatkan ilmu meracik dan pasokan botol temannya. Sebelum memproduksi sendiri, dia terlebih dahulu belajar selama dua bulan dengan temannya."Kita kenakan pasal berlapis, bisa cukai, Haki dan lainnya," tandasnya.
Polisi gerebek miras oplosan rasa impor buatan warga Sleman
Bagio meracik miras oplosan dan melabelinya dengan merek Jack Daniel, Black Label, Red Label, hingga Absolut Vodka.

Advertisement
Rekomendasi

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381561/original/061780000_1792830472-Tugas__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346366/original/074266700_1789127579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_16.57.52.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3645348/original/011955500_1637925982-Anggota_Komisi_VIII_DPR_RI_Maman_Imanul_Haq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380481/original/048155500_1792711880-000_D3Y98GK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381520/original/002524600_1792826115-IMG_20261024_104250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381500/original/004922700_1792823349-1001789105.jpg)