Kompolnas dan Komnas HAM berharap kantor polisi di tingkat Resor dan Sektor di seluruh Indonesia dapat bekerjasama dengan penyandang disabilitas. Terutama pada pelbagai kesempatan dengan peningkatan pelayanan bagi kaum disabilitas.
"Tidak hanya menyiapkan infrastruktur seperti instansi yang lain, kesempatan bekerja seperti instansi lain. Tapi dalam hal ini Kepolisian juga bisa menempatkan penegakan hukum bagi penyandang disabilitas," kata Choirul Anam, Komisioner Komnas HAM di Mapolres Tangsel, dalam acara asistensi Kompolnas dan Komnas HAM terkait Penyandang Disabilitas dipekerjakan di Polres Tangsel, Senin (22/3).
Anam mengatakan, peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan kaum disabilitas di Mapolres Tangsel, dapat menjadi energi baru di kepolisian untuk meletakkan program-program yang sifatnya lebih humanis dan memberikan ruang yang lebih luas bagi teman teman disabilitas.
Sekretaris Kompolnas Benny Mamoto berharap, terobosan baru di institusi kepolisian itu dapat menggerakkan semangat baru kalangan disabilitas dan humanitas kepolisian dalam pelayanan.
"Kita hidup bersama ini untuk saling melengkapi, berbagi kepada yang membutuhkan. Demikian juga untuk teman-teman kita yang berkebutuhan. Ini trobosan yang langka. Ada kekurangan difisik tapi ada kelebihan diintelektual, kenapa enggak kita gunakan. Sekali lagi saya memberikan apresiasi kepada Polres Tangsel dan jajarannya," kata mantan Direktur BNN itu.
Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanudin mengaku mengaryakan kaum disabilitas di Polres Tangsel, merupakan langkah awal jajaran Polres Tangsel, untuk membangun kesempatan bagi rekan-rekan disabilitas dalam mengabdi dan berkarya kepada negara.
"Banyak hal yang harus kami lakukan, kami sangat berharap bimbingan dan arahan sehingga kami bisa lebih meningkatkan pelayanan di kota Tangsel. Ada beberapa kondisi yang mana kehadiran dan suasana berbeda kami rasakan di Polres Tangsel saat ini, kami sangat membutuhkan masukan dan pandangan, sehingga bisa lebih baik lagi," tandasnya.