Pelaku penyerangan 7 siswa SD baru tiba di NTT akhir November lalu

Pelaku penyerangan 7 siswa SD baru tiba di NTT akhir November lalu. Peristiwa penganiayaan terhadap tujuh siswa SD Negeri Sabu Barat itu terjadi Selasa pukul 09.00 Wita, ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Pelaku penyerangan 7 siswa SD baru tiba di NTT akhir November lalu
Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

IR (32) pelaku penikaman 7 siswa SDN 1 Sabu Barat, Kabupaten Sabut, Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk warga pendatang. Bermaksud mengadu nasib dengan berjualan kelontong, IR baru tiba di NTT sekitar akhir November 2016 lalu.Demikian diungkapkan Kabag Mitra Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono kepada wartawan."Yang bersangkutan (pelaku) sendirian di akhir November masuk ke NTT memang mencari nafkah dengan jualan kelontong itu," ujar Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/12).Saat ini, lanjut Awi, polisi tengah mengumpulkan keterangan dari keluarga pelaku."Ini lagi diupayakan lagi dicari tahu untuk keluarganya. Informasinya di Depok makanya Kapolres masih siaga di sana dan perlu diketahui kalau naik kapal satu hari satu malam dari Kupang menuju Pulau sabu. Makanya Bapak Kapolda dan Kapolres naik heli untuk mempercepat," ungkapnya.Selain ini, tambah Awi, penyidik juga masih mendalami adanya informasi terkait motif ilmu hitam yang membuat pelaku nekat menyerang ketujuh siswa SD tersebut."Masih didalami. Keburu meninggal," pungkasnya.Sebelumnya, IR (32), tersangka penikaman tujuh murid SDN 1 Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas diamuk warga yang memaksa masuk ke ruang tahanan Polsek Sabu Barat."Informasinya seperti itu bahwa pelaku meninggal, massa dalam jumlah banyak masuk ke Polsek Sabu Barat dan menganiaya pelaku," kata Wakapolres Kupang Kompol Sriyati kepada wartawan, Selasa (13/12).Peristiwa penganiayaan terhadap tujuh siswa SD Negeri Sabu Barat itu terjadi Selasa pukul 09.00 Wita, ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.

Rekomendasi