Minta suami cari kerja, Maisaroh malah ditonjok pakai batu akik

Darwis (56) nekat menonjok muka istrinya, Maisaroh (50), dengan tangan yang memakai cincin batu akik hingga benjol.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Minta suami cari kerja, Maisaroh malah ditonjok pakai batu akik
Ilustrasi Penganiayaan. ©2014 Merdeka.com

Hanya gara-gara disuruh mencari pekerjaan, Darwis (56) nekat menonjok muka istrinya, Maisaroh (50), dengan tangan yang memakai cincin batu akik. Alhasil, muka wanita yang sudah dinikahinya selama 29 tahun itu benjol dan luka robek di pelipis.

Tak terima diperlakukan seperti itu, korban yang tinggal di Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Pelita, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, itu memilih jalur hukum dengan berharap suaminya ditangkap polisi.

Kepada petugas, Maisaroh mengaku sudah tidak tahan hidup serumah dengan suaminya. Selain tidak bekerja sejak menikah, Darwis kerap kali membentak dan menganiayanya. Puncaknya, terjadi di rumah mereka, Selasa (26/5) sore.

Saat itu, korban meminta suaminya itu mencari pekerjaan. Sebab, selama ini orang yang menghidupi ke lima anaknya adalah korban sendiri sebagai pedagang. Ternyata, pelaku tak terima dan mencaci maki korban. Lalu, pelaku menghajar korban dengan tangan berkali-kali. Korban kesakitan karena wajahnya terkena cincin batu akik yang melingkar di jari pelaku.

"Wajah saya benjol dan pelipis saya robek karena dipukul. Saking seringnya memukul, batu cincin suami saya itu terlepas dari gagangnya," ungkap Maisaroh saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Rabu (28/5).

Akibat penganiayaan itu, wajah korban benjol dan pelipis mata kirinya harus dijahit sebanyak delapan jahitan karena luka robek.

"Saya sudah tak tahan lagi pak. Kasihan sama anak-anak, lihat saya dianiaya terus. Jadi kepala rumah tangga kok cuma bisa santai dan ngurus batu akik, bukan cari duit," kata dia.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Suryadi Sik melalui Kepala SPKT Ipda Heriansyah menerima laporan korban dengan tanda bukti LP/B-1193/V/Sumsel/Resta.

"Kasusnya sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Secepatnya pelapor akan kita periksa," pungkasnya.

Rekomendasi