Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, telah memaafkan pelaku penyerangan kantornya. Namun, dia tidak bisa menghentikan proses hukum terhadap 15 tersangka yang telah ditahan di Polda Metro Jaya."Tetapi ini kan dalam proses kepolisian, apalagi Kemendagri itu ring 1 Istana, tanpa kami minta pun polisi langsung memproses," katanya di Bandung, Selasa (17/10).Politisi PDIP ini menambahkan, tidak bisa mencabut berkas laporan tersebut. Salah satu alasannya karena dalam penyerangan tersebut ada beberapa pegawai yang terluka hingga dirawat di rumah sakit."Kalau saya disuruh mengabulkan untuk dicabut, muka saya terhadap staf yang luka itu di mana? Ini kan lagi salat dilempar, mereka (staff) melawan menjaga harga diri," tegasnya."Walau saya memaafkan secara pribadi tapi kalau saya minta dibebaskan, saya sebagai pimpinan saya bisa tertampar oleh staf-staf saya. Saya akan tetap ikuti proses hukum," tambah Tjahjo.Sebelumnya, Staf Khusus Presiden, Lennis Kogoya meminta Polda Metro Jaya membebaskan 15 orang Papua yang diduga sebagai pelaku penyerangan kantor Kemendagri. Menurut dia, pembebasan 15 orang tersebut bisa meredam amarah warga Papua."Yang ditahan 15 orang ini pulangkan saja, keluarkan saja, jangan diproses dulu," ungkap Lennis di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Veteran 3, Jakarta, Jumat (13/10).Jika 15 terduga pelaku tidak dibebaskan, maka berpotensi terjadi kerusuhan besar di Papua, pihak keluarga terduga akan melakukan pemberontakan."Ini takutnya bikin massa seperti begitu (rusuh), nanti keluarga bikin ribut lagi," ujar pria asal Papua ini.Mengenai korban luka dan sejumlah barang mengalami kerusakan akibat penyerangan, Lennis meminta agar Kemendagri memaklumi saja. Dengan demikian, proses penegakan hukum terhadap 15 terduga pelaku tidak dilakukan."Mungkin ada korban ya, tapi itulah risiko kita. Maka lebih baik masyarakat itu dipulangkan saja," pintanya.
Menteri Tjahjo kesal ada permintaan pembebasan penyerang Kemendagri
Politisi PDIP ini menambahkan, tidak bisa mencabut berkas laporan tersebut. Salah satu alasannya karena dalam penyerangan tersebut ada beberapa pegawai yang terluka hingga dirawat di rumah sakit.
Rekomendasi