Menteri Perlindungan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyayangkan perlindungan kekerasan seksual terhadap anak belum sepenuhnya dirasakan anak. Dia prihatin kasus kekerasan terhadap anak belakangan ini meningkat dengan beragam motif dan modus.
Baru-baru ini belasan santriwati salah satu pesantren di Bandung menjadi korban kekerasan seksual. Mereka dicabuli oleh guru pesantrennya sendiri.
"Sayangnya perlindungan sebagaimana yang kita cita-citakan bersama belum sepenuhnya dirasakan semua pihak khususnya bagi anak nak kita, khususnya ini menjadi keprihatinan kita semua dalam beberapa waktu belakangan ini terdapat peningkatan kasus kekerasan terhadap anak dengan beragam motif dan modus," katanya melalui webinar, Senin (13/12).
Menurutnya, kekerasan terhadap anak terjadi dalam ruang lingkup yang sangat luas. Bahkan, yang belakangan terjadi pada lembaga pendidikan tempat di mana semestinya anak-anak dapat menimba ilmu dengan aman dan nyaman.
Bintang mengapresiasi langkah cepat instansi terkait yang melakukan untuk menangani kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan berasrama itu. Khususnya kepada Kementerian Agama.
"Kita juga melihat apresiasi setinggi tinginya kepada Kementerian Agama yang mengambil langkah tegas dengan mencabut izin lembaga pendidikan berasrama yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak anak," ucapnya.
Dia berharap orang tua atau wali, guru atau pendidik, pengasuh lembaga dan otoritas agama menjadi 'gate keeper' anak. Serta memberikan pengasuhan yang positif kepada anak.
"Bahkan pejabat pemerintah memiliki komitmen untuk melindungi anak anak kita, karena semua anak adalah anak kita," pungkasnya.