Indonesia dilanda dua bencana besar dalam waktu berdekatan. Setelah terjadi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kemudian terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Sekarang, pemerintah sedang melakukan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kemudian melakukan tanggap darurat pascabencana di Sulawesi Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, untuk bencana yang di NTB ini pemerintah menargetkan pada Maret 2019 pembangunan rumah-rumah penduduk yang terdampak bencana sudah dibangun kembali, kemudian warga sudah bisa melakukan aktivitasnya seperti sediakala.
Kata dia, sampai saat ini di NTB sendiri masih terjadi beberapa gempa susulan. Kemudian sekarang pemerintah juga sedang melakukan penanganan tanggap darurat Sulawesi Tengah. Namun menurut Puan, meski dua bencana besar datang sangat berdekatan, tetapi bangsa Indonesia harus bisa menghadapi, dan harus mampu melewati itu. Karena itu, kata Puan pemerintah terus memberikan sokongan baik materil maupun moril.
"Jadi ada beberapa target capaian, jadi akhir tahun ini diharapkan sudah bisa dilakukan normalisasi fasilitas pendidikan, kesehatan, agama dan penunjang perekonomian," ujar Puan di Kantor Kemenko PMK, Jalan Merdeka Barat, Jumat (4/10).
Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi perekonomian ini, salah satunya adalah soal akses komunikasi. Sehingga, untuk itu Menko PMK mengoordinasikan agar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) bergerak terus agar kondisi perekonomian di NTB ini bisa pulih kembali.
Usai melakukan rapat dengan Menko PMK, Menkominfo Rudiantara menyebut saat ini untuk akses komunikasi di NTB sendiri untuk seluler sudah 100 persen pulih. Kemudian di posko-posko bencana di sana masih menggunakan internet pusat.
"Jadi internet pusat masih digunakan di 24 posko-posko karena untuk operasional. Jadi lombok ini sudah semua," ujar Rudiantara.
Rudiantara menambahkan, sementara itu untuk di Palu, sekarang akses komunikasi yang sudah bisa berjalan masih 20 persen. Dia menuturkan, untuk di Palu ini masih menunggu listrik masuk, sehingga akses komunikasi bisa berjalan.
"Ini bertahap kalau listrik masuk, kalau towernya tidak roboh, BTS nya bisa diaktifkan," ujarnya.
Kemudian untuk Donggala dan Sigi itu hanya beroperasi 25 persen. Sedangkan untuk Sulawesi Tengah keseluruhan itu 50 persen. "Jadi kalau listrik masuk genset sudah mulai masuk, tower tidak bersamalah tidak miring tidak roboh dua sampai empat jam bisa diaktifkan," imbuhnya.