Luhut puji usaha Menteri Tjahjo persempit peluang korupsi di daerah

"Saya imbau bapak sekalian untuk hati-hati soal kepemimpinan dalam pemberantasan korupsi," pesan Luhut.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Luhut puji usaha Menteri Tjahjo persempit peluang korupsi di daerah
Luhut tinjau ledakan di pos polisi sarinah. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Angkatan ke-II, hasil Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak 2015.Luhut mengapresiasi usaha yang dilakukan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk melakukan pencegahan terhadap tindakan korupsi yang dilakukan pejabat daerah. Caranya dengan menerapkan sistem electronic goverment dan electronic catalogue."Zaman teknologi sekarang ini, program Depdagri akan e-governence, e-catalogue. Itu akan susah untuk korupsi. Saya apresiasi sekali penataran ini. Suatu langkah strategis," katanya dalam sambutan di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (26/5).Sebab, jabatan yang diamanahkan oleh masyarakat sering kali sangat menggoda untuk melakukan rasuah. Politikus Golkar ini mengharapkan kepala daerah dapat menahan godaan agar tidak masuk dalam bidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Kekuasaan kewenangan itu peluang korupsi. Harus hati-hati. Saya merasakan. Kalau kita enggak kuat ya kita bisa kena. Saya imbau bapak sekalian untuk hati-hati soal kepemimpinan dalam pemberantasan korupsi. Pemimpin harus jadi tauladan," tuturnya.Selain itu, Luhut mengatakan, pemimpin daerah harus mempunyai visi yang sama dengan pemerintah pusat. Agar pembangunan yang direncanakan di pemerintah pusat dapat mudah diimplementasi di daerah."Kita harus samakan visi kita. Harus paham maunya pemerintah apa. Kalau tidak, maka akan jalan sendiri-sendiri," ujarnya.Sementara itu, Kepala BPSDM Teguh Setiabudi menjelaskan, pembekalan perlu dilaksanakan agar pemahaman kepala daerah dan wakil terkait pemerintahan dalam negeri menjadi komprehensif. Dia menuturkan, penataran angkatan ke-II ini diikuti 102 peserta, berlangsung hingga 28 Mei 2016."Materi yang disampaikan secara garis besar mencakup bidang politik, hukum, keamanan, program priotas pemerintah pada bidang pendidikan, kesehatan, Gerakan Revolusi Mental, daya saing serta inovasi," kata Teguh.Turut hadir dalam pembukaan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo serta sejumlah direktur jenderal (dirjen) di antaranya Dirjen Otonomi Daerah Sumarsono, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo serta Dirjen Bina Keuangan Daerah Reydonyzar Moenek.

Rekomendasi