Korban Meninggal Kecelakaan Truk Pengangkut Bata di Garut Bertambah Jadi 3 Orang
Merdeka.com - Jumlah korban meninggal kecelakaan truk pengangkut bata di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, pada Jumat (2/3), bertambah menjadi tiga orang. Setelah dua orang yang terdiri dari sopir dan seorang santri meninggal dunia di lokasi kejadian, di malam harinya seorang santri diketahui meninggal dunia.
Kanit Laka Satlantas Polres Garut, Ipda Priyo menyebut bahwa korban meninggal ketiga merupakan santri putri madrasah diniyah dengan jenis kelamin laki-laki dan berusia 12 tahun.
"Korban ketiga ini meninggal dunia sekitar pukul 23.00 WIB, di RSUD dr Slamet usai menerima perawatan,” ujar Priyo, Sabtu (3/4).
Dia menjelaskan bahwa korban terakhir diketahui meninggal karena luka berat yang dialaminya di bagian kaki. Untuk dua korban sebelumnya, diketahui meninggal dunia akibat luka di bagian kepala dan dada saat kecelakaan.
Priyo mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kecelakaan untuk mendalami penyebab pasti dan kronologi kecelakaan lalulintas di Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
“Ada tim ahli dari Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan di lokasi, nanti akan disimpulkan penyebab kecelakaannya apa dan seperti bagaimana,” ungkapnya.
Hingga saat ini, menurut Priyo, masih ada 7 orang korban lainnya yang masih mendapatkan perawatan di RSUD dr Slamet Garut. Ia memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan para korban kecelakaan ditanggung oleh Jasa Raharja.
“Ahli waris korban meninggal dunia juga tadi sudah menerima santunan masing-masing Rp 50 juta dari Jasa Raharja,” tutup Priyo.
Sebelumnya, satu unit truk pengangkut batu bata menyeruduk Madrasah Diniyyah Nurul Barokah di Kampung Harendong Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jumat (2/4) sore. Sopir dan seorang siswa meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka dalam peristiwa ini.
Kanit Laka Satlantas Polres Garut Ipda Priyo mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, truk bernomor polisi Z 8229 DW yang dikemudikan Suhanda (50) mengangkut batu bata dari pabrik pembuatan mengarah ke bawah.
"Kondisi jalan yang dilewati truk itu memang menurun. Diduga saat melewati pertigaan, truk tersebut hilang kendali sehingga menabrak sebuah madrasah yang ada di sekitar lokasi kejadian," jelas Priyo.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya