Kisah perjuangan penderita downsyndrom temui nenek mau meninggal

Lelaki yang mentalnya kurang sempurna ini mengalami berbagai rintangan saat melakukan perjalanannya menemui neneknya.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Kisah perjuangan penderita downsyndrom temui nenek mau meninggal
rudi penderita down syndrom. ©facebook.com

Rudi, penderita downsyndrom, sempat dilaporkan menghilang dari rumahnya di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Saat ditemukan, ternyata dia tengah mendampingi neneknya yang baru saja menghembuskan napas terakhirnya. Kisah yang ditulis oleh Nana Brena ini membuat sejumlah pembacanya sangat terenyuh. Apalagi, lelaki yang mentalnya kurang sempurna ini sempat mengalami berbagai rintangan saat melakukan perjalanannya demi menemui sang nenek yang tinggal seorang diri di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.Peristiwa hilangnya pria berusia 21 tahun ini sempat membuat keluarganya panik. Sebab, selama ini Rudi selalu diawasi secara ketat kedua orangtuanya yang merupakan petani desa di Kecamatan Sregat.Hingga suatu ketika, Rudi tiba-tiba menghilang dari kamarnya. Kehilangan itu membuat kedua orangtuanya mencoba mencari dengan menghubungi seluruh sanak saudara hingga kenalannya."Mungkin karena keterbatasan pengawasan, Rudi terlepas dari rumah dan tersesat jauh hingga tiba di Malang dan kebetulan bertemu saya di RS Universitas Muhammadiyah Malang tadi malam," tulis Nana Brena dalam akunnya pada Selasa (4/3) lalu.Saat berjumpa, Nana sempat mengetahui Rudi mengalami kecelakaan akibat terserempet kendaraan yang dibawa pegawai Jatim Park ketika melintas di kawasan Sengkaling. Pengemudi itu panik saat melihat Rudi yang sedang menyeberangi jalan."Akhirnya kedua korban (Rudi dan pengendara) dilarikan ke RS Univ Muhammadiyah Malang sore itu juga," tulisnya.Nana mengaku heran dengan Rudi yang mampu mencapai Malang tanpa diantar seorang pun sanak saudaranya. Namun, apalagi tim SAR RAPI Blitar mengungkapkan Rudi telah hilang selama seminggu sebelum berjumpa lagi dengan keluarga.Saat perjumpaan itu, Rudi sempat menyebutkan nama daerah Wajak sebagai tempat tinggalnya. Kalimat inilah yang selalu diingatnya, sebab Rudi dirawat neneknya sejak kecil."Mungkin memori yang sangat kuat dan berkesan di benak anak DS seperti Rudi adalah desa Wajak, maka sampai kapan pun dia ditanya dia akan menjawab bahwa rumahnya ada di Wajak, Kota Malang."Rudi kemudian diantar ke Wajak. Keluarga yang sduah mengetahui keberadaannya lantas menjemputnya. Setelah tiba, mereka terkejut karena sang nenek baru saja menghembuskan napas terakhirnya, dan hanya Rudi yang mendampinginya."Tadi pada saat Bude dan Pak Po-nya menjemput, kami mendengar kabar bahwa nenek Rudi yang berada di Wajak meninggal dunia pagi tadi tepat dengan waktu terhubungnya info soal Rudi kepada pihak keluarga," paparnya."Berbicara soal kebetulan, bukan tidak mungkin kepergian Rudi dari rumah adalah insting naluriah seorang anak kepada neneknya yang merawatnya sejak kecil. Apakah Rudi mendapat 'kode alam' bahwa neneknya akan kembali ke pangkuan Tuhan YME sehingga ia memutuskan berjalan jauh dari Srengat ke Kota Malang untuk berada di samping neneknya di saat-saat terakhirnya? Wallahualam hanya Rudi yang tahu."

Rekomendasi