Kisah Buyung dan Akbar Tandjung perjuangkan keadilan di era Soeharto

Akbar Tanjung mengisahkan pertemanannya dengan Adnan Buyung saat era Orde Baru.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kisah Buyung dan Akbar Tandjung perjuangkan keadilan di era Soeharto
Adnan Buyung Nasution meninggal. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 1999-2004, Akbar Tandjung punya kenangan tersendiri dengan almarhum Adnan Buyung Nasution. Akbar mengisahkan sosok Adnan Buyung yang kerap memperjuangkan hukum di atas keadilan pada orde baru lalu.Menurut Akbar, meninggalnya advokat dan Mantan Aktivis 98 ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Akbar menilai, bahwa sosok Adnan adalah sosok patriot."Beliau selaku pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) selalu konsisten memperjuangkan sikap-sikapnya dengan keyakinannya untuk membela kebenaran dan keadilan," kata Akbar Tanjung di kediaman Buyung, Jl Poncol Lestari No. 7, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9).Akbar bercerita, sosok berusia 81 tahun ini juga disebut sebagai pribadi yang terbuka, sangat keras dan tidak ragu-ragu dalam menyampaikan kritik dalam rangka mengawal pemerintahan Presiden Soeharto kala itu."Ia memiliki sikap terbuka, namun beliau tidak ragu-ragu menyampaikan sikap-sikapnya walaupun katakanlah penguasa menjadi lawannya," kenang Akbar.

Rekomendasi