Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketua KPK Tegaskan Penyelidikan Korupsi Tetap Berjalan Meski Belum OTT

Ketua KPK Tegaskan Penyelidikan Korupsi Tetap Berjalan Meski Belum OTT Firli Bahuri. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan penyelidikan kasus pemberantasan korupsi tetap dilakukan kendati selama dua bulan belum melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Menurut dia, penyelidikan dilakukan KPK tak harus diungkap ke publik selama belum membuahkan hasil.

"KPK tetap fokus untuk melakukan penyelidikan, baik itu penyelidikan terbuka maupun tertutup," ujar Firli di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/3).

Firli tak menampik bahwa masyarakat menunggu penindakan dilakukan KPK masa kepemimpinannya sejak dilantik Desember 2019 lalu. Adapun dua operasi tangkap tangan (OTT) KPK sebelumnya merupakan bagian dari penyelidikan dijalankan tim penindakan semasa Agus Rahardjo memimpin.

"Walaupun sekarang belum mendapatkan hasil, terutama yang ditunggu oleh rekan-rekan, kawan-kawan wartawan pada khususnya menunggu berita kalau ada OTT kan?" kata Firli.

Firli memastikan, penyelidikan terus dilakukan pihaknya. Hanya saja, sejauh ini belum membuahkan hasil.

"Kegiatan itu sedang berjalan, kita tinggal tunggu saatnya tentang keberhasilan rekan-rekan tim yang ada di lapangan, pasti akan kita beri tahu pas ada hasil. Kalau selama proses (penyelidikan) tentu tidak akan kita sampaikan," kata dia.

Diketahui, pada pertengahan Februari 2020 kemarin, tim lembaga antirasuah mendapatkan perlakuan tak menyenangkan saat sedang bertugas di Jember, Jawa Timur. Tim yang tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi ditangkap warga Desa Sukowono, Jember, Jawa Timur.

Tim penyelidik diamankan warga sekitar lantaran gerak geriknya dianggap mencurigakan. Mereka akhirnya dibawa ke Polsek Sukowono oleh warga. Namun tim penyelidik dilepaskan setelah memberikan indentitas pegawai KPK saat sudah berada di Polsek Sukowono.

"Jadi sesungguhnya biasa, kesalahpahaman. Karena kami pada saat melaksanakan penyelidikan, kan ada dua model, model tertutup dan model yang terbuka. Pada saat mengadakan penyelidikan dengan sistem tertutup itu kan langsung turun ke masyarakat yang menjadi target untuk mengumpulkan bukti dan keterangan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Rabu, 4 Maret 2020 kemarin.

4 Sektor Jadi Fokus KPK Demi IPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyebut pihaknya kini fokus menangani kasus dugaan korupsi di empat sektor. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan indeks persepsi korupsi (IPK).

"KPK tetapkan empat fokus area KPK, yaitu korupsi di sektor bisnis, korupsi di sektor politik, korupsi yang dilakukan APH (aparat penegak hukum), dan korupsi pada pelayanan publik," ujar Ghufron di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/3).

Ghufron berharap, dalam empat tahun masa kepemimpinannya, IPK Indonesia bisa meningkat menjadi 45 pada 2024. Pada tahun 2019, IPK Indonesia diketahui memiliki skor 40, naik 2 poin dari tahun sebelumnya yang hanya 38.

"Maka KPK mendorong indeks itu lebih tinggi, sehingga berkontribusi pada capaian IPK menjadi 45 di tahun 2024 nanti," kata dia.

Tak hanya fokus terhadap empat area prmberantasan korupsi hingga 2024, menurut Ghufron, KPK juga akan tetap berpacu pada lima kebijakan presiden dalam menjalankan tugasnya.

"Lima kebijakan itu pembangunan SDM, infrastruktur, penyederhanaan regulasi termasuk didalamnya omnibus law, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi," kata Ghufron.

Reporter: Fachrur Rozie

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP