Kasus Perpeloncoan di Ciamis, Wagub Jabar Minta Kepala Sekolah Tidak Lengah

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta agar kepala sekolah (Kepsek), pengajar, hingga komite sekolah selalu memantau para siswanya. Pengawasan menurutnya harus dilakukan di sekolah dan ketika siswa melakukan kegiatan di luar sekolah.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Kasus Perpeloncoan di Ciamis, Wagub Jabar Minta Kepala Sekolah Tidak Lengah
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum. ©2021 Merdeka.com

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta agar kepala sekolah (Kepsek), pengajar, hingga komite sekolah selalu memantau para siswanya. Pengawasan menurutnya harus dilakukan di sekolah dan ketika siswa melakukan kegiatan di luar sekolah.

Pernyataan Uu tersebut terkait kasus 'lingkaran setan', dalam ekstrakurikuler Pramuka di SMA Negeri 1 Ciamis.

"Saya minta kepada kepala sekolah untuk tidak lengah dalam mengawasi siswa-siswi. Bukan hanya pengawasan saat sekolah, tetapi juga di luar sekolah pun perlu ada komunikasi yang baik dengan orang tua," kata Uu saat memberikan arahan pada kegiatan pembinaan guru, staf dan siswa SMA Negeri 1 Ciamis terkait kasus perpeloncoan ekstrakurikuler, Sabtu (15/1).

Uu menyebut bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan akan bertanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Upaya lanjutan pun dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada kepala sekolah hingga guru.

Selain itu, Uu juga mengingatkan bahwa jangan menganggap bahwa kedatangannya ke SMAN 1 Ciamis urusan tersebut menjadi selesai. "Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kejadian perpeloncoan diketahui memang di luar lingkungan sekolah dan tidak diketahui juga tanpa izin dari sekolah. Dengan adanya kejadian itu, ia meminta agar sekolah selalu minimal mengetahui kegiatan yang dilakukan, apalagi kaitannya dengan ekstrakulikuler seperti pramuka.

Meski begitu, Uu menyebut bahwa sekolah dan guru juga jangan menghalangi siswa dalam berkreasi, khususnya di kegiatan ekstrakurikuler. Yang perlu dilakukan adalah pemantauan dengan penuh kehati-harian, berkomunikasi dan penekanan kegiatan harus ada izin dari sekolah.

"Jangan menutup kreativitas anak-anak untuk menjadi orang hebat, untuk menjadi orang kreatif, dan menjadi inovator di masa yang akan datang. Mengapa saya mendorong anak-anak harus tetap kreatif dan menjadi inovator, karena citra suatu bangsa bergantung dari pendidikannya," sebutnya.

Kepala SMA Negeri 1 Ciamis, Slamet Buntara mengatakan bahwa pihaknya telah berusaha untuk bertanggung jawab dengan kejadian tersebut. Langkah tersebut dilakukan dalam bentuk pengobatan, pemulihan trauma, hingga bekerjasama dengan advokasi anak di Kabupaten Ciamis.

Pasca kejadian tersebut, Slamet memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Ciamis tetap berjalan dengan baik, tidak terganggu. "Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Rekomendasi