Kasus penculikan WN Bulgaria di Bali terungkap usai pelaku sebar video

Polda Bali mengamankan enam penculik warga negara asing (WNA) Bulgaria, George Jordanov. Tiga tersangka berasal dari Turki dan Bulgaria; Kemal Kapuci, Kahraman Midis Hiro dan Tihomir Asenov Danailov (Bulgaria). Sedangkan tiga lainnya Yusuf Efraim Kiuk alias Ken, Yusten J Kapitan dan Deti.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Kasus penculikan WN Bulgaria di Bali terungkap usai pelaku sebar video
Para pelaku penculina WN Bulgaria di Bali. ©2018 Merdeka.com

Polda Bali mengamankan enam penculik warga negara asing (WNA) Bulgaria, George Jordanov. Tiga tersangka berasal dari Turki dan Bulgaria; Kemal Kapuci, Kahraman Midis Hiro dan Tihomir Asenov Danailov (Bulgaria). Sedangkan tiga lainnya Yusuf Efraim Kiuk alias Ken, Yusten J Kapitan dan Deti.

Selain itu, polisi juga mengamankan 10 saksi untuk dimintai keterangan. Kejadian penculikan itu terjadi Sabtu (3/2) kemarin, yang berlokasi di Jalan Sunset Road Kuta.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya menjelaskan, dalam kasus penculikan ini mengamankan 16 orang, 10 di antaranya saksi dan enam tersangka. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dari Kedubes Bulgaria.

"Informasi adanya penculikan ini kita terima dari Dir Intelkam diberitahu dari Kudubes Bulgaria, bahwa seorang warganya diculik disekap oleh beberapa orang yang diduga pelaku," ucap Sang Made Mahendra Jaya, Rabu (7/2).

Atas informasi tersebut, Tim Resmob Polda Bali melakukan penyelidikan dan bergerak menuju lokasi kejadian. Dari penyelidikan itu polisi mendapatkan video yang diunggah salah satu pelaku kemudian dilakukan profilling.

Kurang dari dua jam, polisi berhasil mengamankan beberapa orang yang teridentifikasi pelaku yang ada di dalam video tersebut. Tidak hanya itu, polisi juga berhasil menyelamatkan korban dari penyekapan pelaku.

"Sekitar jam setengah 10, korban berhasil kita selamatkan, dan otak pelaku juga kita amankan. Kita amankan 16 orang, ada 6 orang yang kita anggap ikut melakukan penculikan," pungkas Mahendra Jaya.

Rekomendasi