Kapolda Baru Minta Seluruh Pihak Kerja Sama Hentikan Kerusuhan di Papua
Merdeka.com - Irjen Paulus Waterpau dilantik sebagai Kapolda Papua menggantikan Irjen Rudolf A Rodja. Ia mengajak masyarakat termasuk tokoh adat, agama, pemerintah daerah dan provinsi untuk bekerjasama agar kerusuhan di Papua tidak terus terjadi.
"Kita harus coba membangun sinergitas bersama karena kemampuan kita kan juga terbatas, kemudian situasinya seperti itu. Diperlukan perbantuan yang sangat dari semua pihak dan para tokoh agama, masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah daerah dari provinsi kabupaten kota," ungkapnya kepada wartawan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/9).
Ia menyatakan bantuan sudah diberikan bagi para korban dan keluarga korban meninggal.
"Kemarin yang meninggal dunia sudah bisa dibantu, kemudian yang lain adalah yang sekarang sedang mengungsi, baik yang ada di Wamena maupun yang ada di Jayapura Sentani. Itu yang akan kami tangani dulu bersama dengan Pemda, kemudian steakholder yang ada untuk kemudian setelah itu kita akan melanjutkan dengan upaya-upaya untuk rekonsiliasi dan rehabilitasi dan sebagainya," katanya.
Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua berdampak terhadap 5.500 warga yang mengungsi. Kini, warga darurat membutuhkan kebutuhan sehari-hari lantaran saat mengungsi ke markas Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya hanya membawa baju yang menempel di tubuh mereka.
Sebagian besar mereka membutuhkan pakaian, makanan, dan barang-barang keperluan anak dan perempuan.
Komandan Distrik Militer 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto di Jayapura, Sabtu, mengatakan bahwa warga yang mengungsi di markas Kodim umumnya hanya membawa baju di badan saat berusaha menghindari dampak kerusuhan di Wamena.
Sementara bantuan pangan pokok dari pemerintah untuk pengungsi korban kerusuhan Wamena, menurut dia, saat ini baru difokuskan ke satu posko pengungsian.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya