Dua begal ditangkap tim anti bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Para pelaku sudah delapan kali melakukan aksinya.Mereka adalah Agus Herianto (27), tinggal di Jalan Sedayu Gang II, Surabaya, dan Dunung Juwono (19), tinggal di Candi Lempung, Surabaya. Saat melakukan penangkapan, polisi terpaksa memberikan tindakan tegas terhadap tersangka Agus Herianto. "Anggota memberikan tembakan mengenai kaki kanan karena tersangka (Agus Herianto) ini berusaha melarikan diri saat ditangkap," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan, Kamis (14/12).Penangkapan terhadap kedua pelaku berdasarkan laporan yang masuk di kantor polisi. Terutama aksi kejahatan yang dilakukan terakhir di depan Bank mandiri, Jalan Indrapura Surabaya, pada 16 November 2017, korbannya Suminah alias Dami, warga Pesapen Gang III, Surabaya.Dalam melakukan aksi perampasan, korbannya Suminah ini tewas setelah berusaha melakukan perlawanan untuk mempertahankan tas dan motor yang dirampas oleh kedua tersangka. Saat mempertahankan tas yang dirampas oleh tersangka, korban terjatuh dari motor hingga mengalami luka di kepala. "Kedua tersangka sendiri masih melajukan motornya dengan hasil kejahatannya yang baru saja merampas tas milik korban. Meski mengetahui korban itu tergeletak di tengah jalan," ujar pria akrab dipanggil Rudi.Menurut dia, kedua tersangka tidak mengetahui kalau korbannya itu tewas. Namun baru mengetahui setelah membaca surat kabar di sejumlah media."Begitu mengetahui korban itu tewas, keduanya melarikan diri, ada yang di Nganjuk ada juga di Lamongan. Polisi berhasil mengidentifikasi lokasinya," katanya.Begitu mengetahui lokasi, polisi langsung melakukan penangkapan. Tapi, Agus yang akan ditangkap justru melarikan diri, polisi pun memberikan tindakan menembaknya dan mengenai kaki kanannya. Walaupun polisi sudah memberiakn tembakan peringatan tiga kali. Sedangkan, tersangka Dunung ini juga ikut ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Balongsari."Dalam catatan kepolisian, tersangka Agus pernah ditangkap dalam kasus yang sama yaitu melakukan begal motor dan perampasan tas di delapan TKP wilayah surabaya. Sedangkan tersangka ini sudah melakukan aksi perampasan sebanyak lima kali," ujar perwira tiga melati di pundak.Menurut Rudi, setiap melakukan aksi kejahatan perampasan, kedua tersangka sebelumnya menenggak minuman keras. Setelah itu baru melakukan kejahatan. "Rata-rata hasilnya digunakan untuk pesta miras," katanya.
Kabur saat dibekuk, begal sadis di Surabaya ditembak polisi
Kabur saat dibekuk, begal sadis di Surabaya ditembak polisi. Dua begal ditangkap tim anti bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Para pelaku sudah delapan kali melakukan aksinya.
Rekomendasi