KH A Wahab Hasbullah, rais Aam Syuriah PBNU setelah KH Hasyim Asy'ari akan dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (7/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Penganugerahan akan dilakukan di Istana Negara.Kiai Wahab adalah salah satu tokoh pendiri NU dan juga Laskar Mujahidin saat melawan penjajah Jepang di era revolusi kemerdekaan. Rencananya penganugerahan gelar pahlawan nasional akan diterima langsung oleh cucu KH A Wahab Hasbullah, Romahurmuziy yang tak lain adalah ketua umum PPP versi Muktamar Surabaya."Saya mewakili keluarga akan menerima kehormatan kepada kakek saya yang akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Tentu ini adalah sebuah kehormatan tidak hanya untuk keluarga tetapi untuk Nahdlatul Ulama," kata Romahurmuziy kepada merdeka.com di Kediri, Kamis (6/11) malam.Menurut Romi, dengan penganugerahan pahlawan nasional kepada KH Wahab, bertambah lagi pengakuan negara terhadap peran penting tokoh di lingkungan NU. Terutama peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan maupun dalam proses-proses pembangunan karakter dan budaya Indonesia yang berakhlakul karimah."Proses menuju sebuah penganugerahan gelar pahlawan ini cukup berliku. Keluarga memulai proses ini sejak lima tahun yang lalu. Salah satunya menggelar sejumlah seminar, terakhir bulan lalu saat haul Mbah Wahab di Tambak Beras. Saat itu pada pemerintahan yang lama hadir Menko Kesra Agung Laksono saya juga hadir. Pada saat itu beliau menyatakan jika tak ada aral melintang beliau menyatakan bahwa pemerintahan baru yang akan memberikan anugerah tersebut," tutur Romi.Disinggung apa yang akan disampaikan ketika gelar itu diterima setelah lima tahun berusaha?"Pertama tentunya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas nama keluarga dan keluarga besar NU. Kedua kami akan mensosialisasikan pemikiran-pemikiran Mbah Kiai Wahab yang menyebabkan beliau dianugerahi gelar pahlawan nasional," tambahnya.
Advertisement
Menurut Romi, di setiap penganugerahan gelar pahlawan ada nilai-nilai yang harus ditularkan oleh generasi penerus. Tak hanya untuk keturunan penerima gelar pahlawan nasional, tetapi juga seluruh warga Indonesia yang ingin meneladani."Ini juga memberikan semangat khusus kepada kaum santri, bahwa dalam dalam kaca mata perjuangan Indonesia antara nasionalisme dan agama itu tidak akan pernah bisa dipisahkan. Karena nasionalisme tanpa dilandasi agama akan sesat, dan agama yang tidak diaplikasikan ke dalam nasionalisme menjadikan sebuah nasionalisme tidak akan mendapatkan tempat yang utuh dalam perjalanan sebuah bangsa," pungkasnya.Kiai Abdul Wahab Hasbullah lahir di Jombang pada 31 Maret 1888 dan meninggal pada 29 Desember tahun 1971 di usia 83 tahun. Beliau adalah salah satu pendiri organisasi terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama.KH Abdul Wahab Hasbullah adalah seorang ulama yang berpandangan modern. Dakwahnya dimulai dengan mendirikan media massa atau surat kabar, yaitu harian umum 'Soeara Nahdlatul Oelama' atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama.Ayah KH Abdul Wahab Hasbullah adalah KH Hasbulloh Said, pengasuh Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur. Sedangkan ibundanya bernama Nyai Latifah dan mempunyai cicit bernama Rizky Fadlullah.Ia juga seorang pelopor dalam membuka forum diskusi antar ulama, baik di lingkungan NU, Muhammadiyah dan organisasi lainnya.KH Abdul Wahab Hasbulloh juga pernah menjadi panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah) ketika melawan penjajah Jepang. Dia juga tercatat sebagai anggota DPA bersama Ki Hajar Dewantara. Tahun 1914 mendirikan kursus bernama 'Tashwirul Afkar'.